Negara Kaya Egois, Covax Lelet, Negara-negara berkembang Beralih ke Vaksin Buatan Sendiri  

Aljazair menerima sumbangan kedua sebanyak 758.400 dosis vaksin Covid-19 pada 21 Mei di bawah mekanisme UN Covax.
Aljazair menerima sumbangan kedua sebanyak 758.400 dosis vaksin Covid-19 pada 21 Mei di bawah mekanisme UN Covax.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM –Di saat negara-negara barat dan negara-negara kaya meluncurkan suntikan penguat (booster) ke populasi mereka sendiri, mengakibatkan program Covax semakin tertinggal. Negara-negara miskin dan berkembang kesulitan menyuntik populasi mereka.

Program Covax, yang didirikan oleh badan-badan PBB, pemerintah dan donor untuk memastikan akses yang adil ke vaksin Covid-19 untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, mengatakan akan kehilangan targetnya untuk mendistribusikan 2 miliar dosis secara global pada akhir tahun ini.

Menurut perkiraan pasokan terbaru, pada 8 September 2021, program tersebut sekarang berharap untuk menyediakan 1,4 miliar dosis vaksin selama tahun 2021 – kekurangan hampir sepertiga.

Kekurangan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kendala ekspor dan manufaktur serta meningkatnya permintaan dari negara-negara produsen vaksin. Juga keegoisan negara-negara kaya yang melakukan suntikan booster (jab ketiga/penguat).

BACA JUGA:

India – produsen utama – hanya mengirimkan 28 juta dari 40 juta dosis yang dijanjikan pada bulan Maret ketika infeksi melonjak di dalam negeri saat varian Delta menyebar ke seluruh negeri.

Negara-negara berkembang telah merespon dengan memproduksi vaksin lokal baru. Di antara mereka adalah Mesir, yang telah meluncurkan uji coba kepada manusia untuk vaksin buatannya Covi Vax, setelah sukses melewati tahap tes laboratorium.

Awal tahun ini, para peneliti di Arab Saudi mengumumkan dimulainya uji coba vaksin tahap awal pada manusia yang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Imam Abdulrahman bin Faisal.

Kuba sedang mencari persetujuan WHO untuk vaksinnya sendiri karena berusaha mencapai imunisasi penuh, termasuk anak-anak berusia dua tahun, pada akhir 2021.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.