Kasus Kebakaran Hutan 80 Ha di Kundur Utara, Polres Karimun Tetapkan Seorang Warga Tersangka

Editor : Sudianto Pane

Sejumlah warga korban kebakaran hutan sekitar 80 hektare di Kecamatan Kundur Utara saat memberikan keterangan di Satrekrim Polres Karimun beberapa waktu lalu. Foto Suryakepri.com/IST
Sejumlah warga korban kebakaran hutan sekitar 80 hektare di Kecamatan Kundur Utara saat memberikan keterangan di Satrekrim Polres Karimun beberapa waktu lalu. Foto Suryakepri.com/IST
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Satreskrim Polres Karimun akhirnya menetapkan tersangka pada kasus kebakaran lahan seluas sekitar 80 hektare di Kecamatan Kundur Utara pada Februari 2021 lalu.

Tersangka Ng alias Tu merupakan seorang pemilik lahan yang diduga melakukan pembakaran di lahannya sendiri.

Namun akibat tindakannya itu diduga kebakaran menyebar ke lahan dan kebun milik puluhan warga lain, dengan luas mencapai sekitar 80 hektar

Kabar adanya penetapan tersangka tersebut disampaikan oleh salah satu dari 22 warga pelapor yang menjadi korban kebakaran tersebut yakni Arizan.

“Sudah ada tersangkanya, berinisial Ng alias Tu,” ujar Arizan, Jumat (22/10/2021).

.Baca : Satpolairud Karimun dan Yayasan Buddha Tsu Chi Beri Warga Beras Jumlah Fantastis

.Baca : Kabupaten Karimun PPKM Level 1, Berikut Aturan Barunya 

Arizan mengatakan, kabar penetapan tersangka kasus karhutla tersebut ia ketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari penyidik Satreskrim Polres Karimun tanggal 7 Oktober 2021.

Surat tersebut disampaikan kepada Arizan, sebagai salah seorang warga pelapor dalam kasus tersebut.

“Kami dikirim surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan itu beberapa hari pasca dipanggil ke polres pada 2 Oktober kemarin. Ada lima orang warga berserta saya sendiri yang dipanggil tanggal 2 Oktober itu. Waktu dipanggil itu, penyidik menyampaikan hasil pemeriksaan tim forensik di bekas lokasi kebakaran beberapa waktu lalu,” terang Arizan.

Kepadanya, penyidik menyampaikan bahwa hasil Lab Forensik Polda Riau menyatakan lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.

“Disampaikan penyidik ke kami, menurut ahli api bisa bertahan selama satu munggu dalam tanah,” tambah Azrizan.

Sementara itu kuasa hukum warga yakni pengacara Eka Satyadi SH dari LBH dan HAM Indonesia Cabang Kepri, yang mendampingi Arizan mengatakan untuk tahapan-tahapan penanganan kasus tersebut, aparat kepolisian terlihat bekerja keras.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.