JPU Cecar Saksi Bank CIMB Niaga Medan Terkait Kasus Cessie di Batam

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Proses hukum terdakwa Wahyudi, dalam kasus penjualan rumah agunan di Bank CIMB Niaga secara sepihak kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Sejumlah saksi dari Bank CIMB Niaga Medan dihadirkan.

Sidang agenda pemeriksaan saksi yang berlangsung secara daring ini dipimpin Ketua Majelis Hakim David P Sitorus didampingi Dwi Nuramanu dan Nanang Herjunanto. Turut mengikuti Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Herlambang.

Selain itu, turut hadir dua saksi dari Bank CIMB Niaga Medan, Guntur Frendy Purba dan Ignatius Saratoga Sinaga.

Dalam sidang tersebut, JPU Herlambang mempertanyakan kepada kedua saksi dari Bank CIMB Niaga Medan terkait proses cessie yang menyebabkan saksi Kurnia Fensury mengalami kerugian satu unit rumah dan tanah yang berlokasi di Komplek Beverly Extension Blok I1 No.16 Batam Centre, Kota Batam senilai kurang lebih Rp 570 juta.

“Apakah sudah sering terjadi jual beli ceasie dengan terdakwa Wahyudi ? Pada saat 14 Agustus 2020 itu, ada berapa banyak Cessie yang dibeli terdakwa,” tanya Herlambang, Kamis (21/10/2021).

Menanggapi pertanyaan tersebut, saksi Ignatius Saratoga Sinaga mengungkapkan bahwa terdakwa Wahyudi sudah beberapa kali melakukan proses Cessie di bank CIMB Niaga.

“Sudah beberapa kali sebelumnya. 14 Agustus 2020 itu somasi dari CIMB Niaga ke Kurnia Fensury. 10 agustus 2020 ada 3 permohonan dari Wahyudi, salah satunya yang di Baverly ini. Atas penawaran tersebut, kita ajukan dulu persetujuan dari managemen,” kata Ignatius.

JPU Herlambang kembali mempertanyakan proses apa yang terjadi setelah adanya permohonan terdakwa Wahyudi pada 10 Agustus 2020.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.