Ini Fatwa MUI Singapura tentang Syarat Jilbab Perawat Muslim saat Merawat Pasien

Seorang muslimah berjilbab berdiri di di lampu merah pada 31 Agustus 2021. (Foto: Channel News Asia/Hanidah Amin)
Seorang muslimah berjilbab berdiri di di lampu merah pada 31 Agustus 2021. (Foto: Channel News Asia/Hanidah Amin)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Perawat atau petugas kesehatan Muslim yang memilih mengenakan jilbab harus mematuhi persyaratan klinis dan keselamatan di tempat kerja, seperti menjaga lengan bawah mereka bebas dari pakaian untuk mengurangi risiko infeksi.

Hal ini sesuai dengan fatwa atau pedoman agama yang dikeluarkan Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) pada Selasa (26/10/2021), menjelang perubahan yang akan memungkinkan perawat Muslim di sektor kesehatan publik untuk mengenakan jilbab di tempat kerja mulai November 2021.

Dalam fatwa tersebut, MUIS mengatakan telah menerima beberapa pertanyaan tentang kekhususan mengenakan jilbab dalam persyaratan klinis.

Disebutkan bahwa semua Muslim yang telah mencapai pubertas diwajibkan secara agama untuk menutupi aurat, atau kesopanan mereka. Untuk wanita, ini biasanya mencakup semua bagian tubuh kecuali tangan dan wajah mereka.

BACA JUGA:

Ia mengakui, bagaimanapun, bahwa ada situasi di mana wanita Muslim tidak dapat sepenuhnya menutupi diri mereka sedemikian rupa, terutama dalam layanan berseragam.

“Di bidang kesehatan, pandemi COvid-19 telah memperkuat bahaya infeksi yang dapat menyebabkan kerugian luas,” kata MUIS dalam fatwa tersebut.

“Khusus untuk perawat, risiko infeksi sangat serius dan menimbulkan bahaya bagi perawat dan pasien.”

MUIS mencatat bahwa Kementerian Kesehatan telah menetapkan pedoman klinis untuk mengenakan jilbab saat bertugas, termasuk kebijakan “Terbuka di Bawah Siku”.

“Kebijakan ini menyatakan bahwa tangan dan lengan hingga siku harus terbuka dan bebas dari pakaian atau perhiasan apa pun. Lengan harus pendek atau digulung dengan aman hingga siku untuk memungkinkan akses ke pergelangan tangan untuk teknik kebersihan tangan yang baik,” kata MUIS.

Semua petugas kesehatan diharuskan untuk mematuhi kebijakan ini ketika berinteraksi dengan pasien atau ketika “kemungkinan akan menyentuh langsung lingkungan pasien”, katanya.

Otoritas perawatan kesehatan di negara lain, termasuk National Health Service di Inggris, telah memperkenalkan kebijakan serupa yang bertujuan mencegah penyebaran infeksi melalui pakaian yang terkontaminasi.

MUIS juga mencatat bahwa ada pandangan agama yang memungkinkan lengan perempuan diekspos bila diperlukan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.