PDIP-Demokrat Bandingkan Jokowi-SBY Hingga JK Buka Suara

Editor : Sudianto Pane

Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) usai memeriksa pasukan pada Upacara Penyambutan Kemiliteran di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2019 lalu. (Foto: ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) usai memeriksa pasukan pada Upacara Penyambutan Kemiliteran di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2019 lalu. (Foto: ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI COM – Kritikan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, yang membandingkan pemerintahan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo menuai perdebatan, terutama dari kubu Partai Demokrat.
Hasto sempat menyindir dua periode pemerintahan SBY hanya disibukkan dengan rapat tanpa ada pengambilan keputusan yang berarti.

Sementara itu, Hasto menganggap kepemimpinan Jokowi yang menginjak tahun ketujuh ini terus mendapat pujian.

“Pak Jokowi punya kelebihan dibanding pemimpin yang lain. Beliau adalah sosok yang turun ke bawah, yang terus memberikan direction, mengadakan ratas (rapat kabinet terbatas) dan kemudian diambil keputusan di rapat kabinet terbatas,” kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (21/10).

.Baca : PDIP-Demokrat Saling Sentil soal Sering Rapat

.Baca : Ketua Barisan ‘Celeng’ Ganjar Indonesia Dipanggil PDIP ke Jakarta

“Berbeda dengan pemerintahan 10 tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan,” ucapnya menambahkan.

Sindiran Hasto terhadap SBY dibarengi dengan sederet pujian kepada Jokowi. Menurutnya, Jokowi berhasil dalam setiap agenda rapat termasuk pengambilan keputusan antara pusat dan daerah.

Kritik Hasto itu dibantah keras oleh Partai Demokrat yang menilai Hasto salah sasaran jika mengkritik SBY.

Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan Presiden Jokowi bisa membangun Indonesia juga karena warisan yang ditinggalkan SBY.

“Jadi kenapa Pak Jokowi bisa bangun dengan gaya, dengan tanda kutip, pada hari ini? Itu karena warisan SBY yang luar biasa,” kata Jansen dalam sebuah video yang di cuitkan oleh politikus Demokrat Rachland Nashidik di aku Twitternya @rachlannashidik.

Sementara itu, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani turut melayangkan kritik balik kepada Jokowi, yang dinilai terlalu banyak menggelar rapat, bahkan bisa empat sampai lima kali dalam sepekan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.