Heboh Bandara Halim Perdanakusuma Mau Ditutup, Ada Apa Ya?

Editor : Sudianto Pane

Bandara Halim
Bandara Halim

SURYAKEPRI.COM – Bandara Halim Perdanakusuma bakal direvitalisasi dalam waktu dekat. Bandara pertama di Jakarta ini bakal direvitalisasi selama sekitar setahun lamanya.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan Kemenhub tengah membahas berbagai hal yang harus dipersiapkan dari proses revitalisasi. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan desain sisi kesiapan penerbangan, mulai dari runway alias landasan pacu hingga masalah drainasenya.

“Kami sedang menyiapkan desain sisi udara seperti rekonstruksi runway dan perbaikan sistem drainase. Hal-hal tengah kami bahas dengan berbagai pihak,” ujar Novie kepada detikcom, Jumat (5/11) kemarin.

Soal kabar penutupan yang sempat muncul, menurut Novie hal itu akan menjadi salah satu opsi konsekuensi dari revitalisasi yang dilakukan. Tapi dia menegaskan, saat ini belum ada keputusan untuk menutup bandara.

.Baca : Terapkan Kejujuran, Ini Pesan Petugas Cleaning Service Bandara Soetta yang Kembalikan Dompet dan Cek Rp 35,9 M

.Baca : Syarat Wajib PCR, Penumpang Bandara Soetta Langsung Menurun

Menurutnya, keputusan menutup Bandara Halim Perdanakusuma masih dibahas dengan berbagai stakeholder mulai dari Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara, Kementerian Keuangan, hingga Angkasa Pura II. “Soal penutupan masih dibahas,” kata Novie.

Sebelumnya, santer beredar kabar soal Bandara Halim Perdanakusuma yang akan ditutup. Hal ini diketahui dalam sebuah risalah rapat koordinasi operasional bandara yang dipimpin oleh Executive General Manager Angkasa Pura II Marsma TNI Nandang Sukarna.

Rapat dilakukan pada hari Senin, 1 November kemarin. Dalam rapat itu, landasan pacu alias runaway diputuskan bakal ditutup. Opsinya ada dua, ditutup sebagian atau secara total.

Dalam salinan risalah rapat yang beredar, dijelaskan juga rencana penutupan ini dikarenakan akan ada perbaikan di bandara dari bulan ini hingga 9 bulan ke depan. Bandara Halim Perdanakusuma akan dipersiapkan untuk kemungkinan terburuk imbas dari perbaikan tersebut.
Meski begitu, para pemangku kepentingan yang ikut dalam rapat koordinasi itu menilai akan lebih baik apabila keputusan menutup runaway dilakukan secara sebagian. “Atau bahkan tidak jadi tutup total akan menjadi lebih mudah,” bunyi risalah rapat seperti dilihat detikcom.