KPK Sebut Ada 2 Perusahaan Rokok yang Dapat Cuan dari Korupsi di BP Bintan

Editor : Sudianto Pane

Gedung KPK
Gedung KPK
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BINTAN, SURYAKEPRI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga CV Megah Sejahtera dan PT Pura Perkasa Jaya mendapatkan keuntungan dari izin kuota yang diterbitkan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan (BP Bintan).

Kedua perusahaan itu merupakan produsen rokok. Penerbitan izin kuota rokok oleh BP Bintan kepada dua perusahaan rokok tersebut diduga karena adanya arahan dari Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi (AS).

Pendalaman materi ini ditelusuri penyidik KPK melalui penerikaaan Direktur CV Megah Sejahtera Robby Demas Kosasih dan Direktur Utama PT Pura Perkasa Jaya Rezano Rahardjo.

Keduanya diperiksa sebagai saksi pada Selasa kemarin, 16 November 2021, dalam penyidikan kasus korupsi terkait pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018.

.Baca : KPK Perpanjang Lagi Penahanan Bupati Nonaktif Bintan, Apri Sujadi

.Baca : KPK Periksa Nurdin Basirun Terkait Kasus Bupati Bintan Nonaktif Apri Sujadi

“Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain mengenai keuntungan perusahaan yang diperoleh terkait dengan izin kuota rokok dan minuman beralkohol yang di terbitkan oleh BP Bintan yang diduga karena adanya arahan dan rekomendasi dari tersangka AS dkk,” kata Plt juru bicara KPK Ipi Maryati kepada awak media, Rabu, 17 November 2021.

KPK pada perkara ini telah menetapkan Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi bersama Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Mohd Saleh Umar sebagai tersangka.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.