Pengurus LKSA Forwil Kepri dan Forda Tanjungpinang Dikukuhkan

Editor : Sudianto Pane

pengurus Forum Wilayah (Forwil) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Provinsi Kepri dan 9 pengurus Forum Daerah (Forda) LKSA Kota Tanjungpinang resmi dikukuhkan, Kamis (18/11) kemarin, di Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang.
pengurus Forum Wilayah (Forwil) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Provinsi Kepri dan 9 pengurus Forum Daerah (Forda) LKSA Kota Tanjungpinang resmi dikukuhkan, Kamis (18/11) kemarin, di Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Sebanyak 23 pengurus Forum Wilayah (Forwil) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Provinsi Kepri dan 9 pengurus Forum Daerah (Forda) LKSA Kota Tanjungpinang resmi dikukuhkan, Kamis (18/11) kemarin, di Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang.

Saat ini, Forwil LKSA Provinsi Kepri diketuai oleh Tasmuji yang dikukuhkan langsung oleh Kepala Dinsos Kepri, sedangkan Forda LKSA Kota Tanjungpinang dinakhodai oleh Mohammad Abdul Khamid yang dikukuhkan oleh Asisten 1 Pemko Tanjungpinang.

Kepala Dinsos Kota Tanjungpinang, Achmad Nur Fatah menjelaskan keberadaan LKSA sangat penting karena sebagai organisasi sosial. LKSA berperan melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial anak yang dibentuk oleh masyarakat yang berbadan hukum maupun yang tidak.

.Baca : Pemko Tanjungpinang Berikan Bantuan Solar Bersubsidi bagi Petani, Harga 5,150 Per Liter

.Baca : Masih Hadapi Gelombang Baru, 99 Persen Kasus Covid-19 Aktif di Singapura Tanpa Gejala

“Organisasi ini menjadi wadah dalam rangka penyamaan persepsi, tujuan dan koordinasi antara para anggotanya,” kata Fatah, Kamis (18/11) kemarin.

Dijelaskan, Fatah forum LKSA juga dapat menjadi wadah konsultasi dalam mengatasi sejumlah persoalan yang dihadapi anggota organisasi, seperti banyaknya persoalan anak terpadu dan penyelenggaraan koordinasi yang melibatkan masyarakat.

“Paradigma bahwa LKSA merupakan alternatif terakhir, dan bagaimana LKSA mencegah keterpisahan anak dengan keluarga,” terangnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas menjelaskan LKSA dapat memberi motivasi yang kuat bagi para pengelola LKSA atau panti asuhan untuk terus berinovasi dan mandiri serta memberikan motivasi kepada anggotanya agar bisa mengembangkan diri sesuai aturan, mengembangkan kegiatan hingga membuat anak asuh menjadi lebih mandiri.

“LKSA sebagai lembaga yang dibentuk pemerintah melalui kementrian sosial serta bernaung pada pemerintah masing-masing daerah merupakan lembaga yang semestinya sebagai lembaga yang turut serta melakukan fungsi pemeliharaan dan penanganan anak yatim dan terlantar sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945,”paparnya.(*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.