Wow…Tersangka Video Asusila di Bandara YIA Mendapat Penghasilan Miliaran Rupiah dari Konten yang Diposting

Editor: Redaksi

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Polisi telah menangkap pelaku tindak pornografi yang dilakukan di Yogyakarta International Airport (YIA). Video tersebut diunggah pelaku melalui media sosial Twitter berdurasi satu menit 23 detik pada 30 November 2021 lalu.

Dari pemeriksaan, diketahui pelaku merekam kejadian itu pada 18 Juli 2021 lalu. Pelaku pergi ke YIA menggunakan mobil dan mengambil video sendiri. Pelaku yang berinisial FCN (23 tahun) atau S itu, sudah melakukan tindakan serupa sejak 2017.

Dirreskrimsus Polda DIY AKBP Gonggom Pasaribu mengatakan, ada tujuh situs yang digunakan tersangka untuk memposting setiap konten. Antara lain ada yang sudah dibanned dan masih ada beberapa yang masih bisa diakses dan menghasilkan uang.

Tersangka mendapat penghasilan setiap bulan rata-rata Rp 15-20 juta. Didapat dari akun onlyfans untuk setiap subscriber atau member USD 5 dan penghasilan tersebut bisa diambil tersangka ketika mendapatkan akumulasi sebesar USD 500.

Barang bukti kasus video pornografi Bandara YIA oleh Siskaee dihadirkan saat konferensi pers di Polda DIY, Selasa (7/12).

Motif tersangka untuk memenuhi kepuasan seksual dan mendapat penghasilan. Tiga daerah yang sering digunakan mengambil video ada Yogyakarta, Jakarta dan Bali. Bisa dilakukan di mal, parkiran, rest area, toko buku, swalayan dan lain-lain.

“Kami mengamankan 2.000-an file video dan 3.700-an file gambar yang sudah kita take out semua dari seluruh media-media online. Ini agar tidak ada lagi yang mengupload. Kami minta bantuan Kominfo untuk memblokir seluruh akun-akun itu,” kata Roberto, Selasa (7/12).

Pendapatan kotor tersangka selama memiliki akun-akun dari 2 Maret 2020-6 Desember 2021 mencapai USD 154.013.73 atau Rp 2.186.985.009. Sedangkan, pendapatan bersih mencapai USD 123.205.30 atau Rp 1.749.611.009.

Tersangka ditangkap di Stasiun Kota Bandung. Polisi turut menyita sarana-sarana yang dipakai tersangka dalam pembuatan dan memposting video serta menyita akun pribadi tersangka. Dilakukan pula tes kejiwaan oleh asosiasi psikologi forensik.

Tersangka memamerkan alat kelamin ditarget orang tidak dikenal karena keinginan kuat ditonton saat aktivitas seksual. Perilaku sering impulsive atau kompulsif, saat merasa gembira, takut, gelisah dan mendapat kepuasan dari memamerkan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.