Pelaku Penggelapan Sertifikat Rumah Nasabah CIMB Niaga Batam Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Terdakwa penggelapan dan penipuan atas nama Wahyudi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam selama 2,6 tahun kurungan penjara.

Dalam pembacaan tuntutannya, JPU Herlambang menegaskan bahwa Wahyudi bersalah karena telah melakukan penipuan dan penggelapan agunan rumah milik Kurnia Fensury.

“Menghukum terdakwa Wahyudi kurungan penjara 2 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan. Membebankan biaya perkara terhadap terdakwa,” kata Herlambang, Kamis (9/12/2021).

Mendengar hal itu, Ketua Majelis Hakim, David P Sitorus mempertanyakan kepada Kuasa Hukum Wahyudi, apakah akan melakukan pembelaan atas tuntutan yang dijatuhkan oleh JPU kepada kliennya.

“Kami akan melakukan pembelaan, akan kami sampaikan secara tertulis selama satu minggu kedepan,” kata Kuasa Hukum Wahyudi.

Sidang ditunda dan akan kembali dilaksanakan pada 16 Desember 2021 dengan agenda agenda pembelaan terdakwa (Pledoi) atas tuntutan JPU.

Berdasarkan pada sidang pembacaan dakwaan sebelumnya, kasus ini berawal pada tanggal 28 Juli 2008 sesuai surat Perjanjian kredit No. 071/PK/048/2/07/08 saksi sekaligus korban, Kurnia Fensury melakukan kredit rumah yang beralamat di Komplek Beverly Extension Blok I1 No.16 Batam Centre, Kota Batam di Bank CIMB Niaga Batam.

Kemudian pada tanggal 27 November 2012 Kurnia Fensury melakukan top up sesuai surat perjanjian kredit No. 007/PK/294/2/11/12, tertanggal 27 November 2012 dengan tenggang waktu kredit Kurnia Fensury sampai tanggal 27 November 2018 dengan cara pembayaran kredit rumah tersebut secara auto debet.

Dengan berjalannya waktu Kurnia Fensury melakukan penunggakan pembayaran kredit di Bank Cimb Niaga dikarenakan sistem auto debet yang eror.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.