Santriwati Mengurus Diri Mereka Sendiri, “Suaminya Kerja di Luar Kota” Jadi Alasan Saat Hendak Melahirkan di Rumah Sakit

Editor: Redaksi

Foto ilustrasi. Pelecehan. (Foto: Pixabay)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Santriwati yang menjadi korban bejat guru pesantren ternyata mengurus diri mereka secara mandiri. Termasuk saat mereka ke rumah sakit saat mau melahirkan.

Pelaku HW tidak menemani para korban saat berada di rumah sakit. Korban hanya diantar sesama santriwati ke rumah sakit.

“Ada yang mau melahirkan, diantar oleh mereka sendiri, saat ditanya mana suaminya, alasannya suaminya kerja di luar kota, jadi begitu selesai melahirkan, bayar langsung pulang, tidak urus surat-surat anaknya”, kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut Diah Kurniasari Gunawan, seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: 

Diah mengatakan, pelaku HW menyediakan rumah untuk para korban tersebut. Di rumah itulah para korban mengurus mereka sendiri.

“Di rumah itu hanya ada mereka dan pelaku, tidak ada orang lain,” kata Diah.

Aktivitas masak menjaga anak mereka lakukan bersama-sama oleh korban.

Menurut Diah, para korban membagi tugas mulai dari memasak, mencuci dan menjaga anak.

Para pelaku juga menyiapkan satu rumah khusus untuk para korban yang biasa mereka sebut basecamp.

Tempat itu kata dia, dijadikan sebagai lokasi untuk anak-anak yang baru melahirkan hingga pulih dan bisa berkumpul lagi.

Jadi di lingkungannya, saat ditanya bayi-bayinya anak siapa, mereka bilang anak yatim piatu yang dititipkan, katanya.

Doktrin Pelaku

Para korban, kata Diah, bukannya tidak melawan, hanya saja doktrinasi yang ditebar oleh pelaku kepada para santriwati.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.