Pelanggaran Terhadap Aturan Covid di China, Dipermalukan Dengan Cara Diarak di Jalan

Editor: Redaksi

Seorang wanita berjalan di sebuah jalan di Beijing, ibu kota Tiongkok, 6 Januari 2021. (Xinhua / Li Xin)
Seorang wanita berjalan di sebuah jalan di Beijing, ibu kota Tiongkok, 6 Januari 2021. (Xinhua / Li Xin)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Polisi anti huru hara bersenjata di China selatan mengarak empat orang yang diduga melanggar aturan Covid. Mereka diarak di jalan-jalan, menurut media pemerintah pada Rabu, 29 Desember 2021.

Tindakan ini memicu kritik terhadap pendekatan pemerintah yang disebut terlalu keras.

Empat tersangka itu menggunakan topeng dengan pakaian hazmat. Mereka membawa plakat yang menampilkan foto dan nama mereka.

Menurut Guangxi News, media yang dikelola pemerintah, keempat tersangka itu diarak di depan kerumunan di kota Jingxi wilayah Guangxi. Foto-foto yang viral di media sosial menunjukkan setiap tersangka dijaga oleh dua petugas polisi.

Di sekeliling tersangka adalah polisi yang berdiri melingkar, lengkap dengan anti huru hara. Beberapa di antaranya memegang senjata.

Keempat tersangka dituduh mengangkut migran ilegal. Padahal perbatasan China sebagian besar tetap ditutup karena pandemi corona, menurut Guangxi News. Jingxi berada di dekat perbatasan China dengan Vietnam.

Mempermalukan publik adalah bagian dari tindakan disipliner yang diumumkan oleh pemerintah daerah pada Agustus. Hal ini untuk menghukum mereka yang melanggar aturan kesehatan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.