Polisi Berhasil Tangkap Pasutri Pembuang Bayi dalam Kardus di Banda Aceh

Editor : Sudianto Pane

Ilustrasi
Ilustrasi

SURYAKEPRI.COM – Pasangan suami-istri di Banda Aceh ditangkap polisi karena diduga membuang bayi mereka di depan rumah warga. Pelaku membuang bayi tersebut karena takut ketahuan telah punya anak lagi.

“Kedua pelaku adalah AS (24) dan SY (21) merupakan pasangan suami-istri yang sudah menikah siri sejak 2019 silam,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol M Ryan Citra Yudha kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Ryan mengatakan, pasca-penemuan bayi dalam kardus di kawasan Lampaseh, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Setelah diselidiki, pelaku tersebut diketahui berada di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

.Baca : Istri Polisi Grebek Suaminya Bersama Wanita Lain di Sebuah Ruko Pukul 02.00 WIB

.Baca : Finalis MasterChef Malaysia dan Suami Bunuh ART, Terancam Hukuman Mati

Polisi akhirnya menciduk SY yang tercatat sebagai mahasiswi di Banda Aceh dan suaminya AS asal Aceh Besar, Kamis (6/1). Dalam pemeriksaan diketahui, pasangan ini telah memiliki anak laki-laki berusia 1,5 tahun yang diasuh orang tua AS.

“Sebelum lahir bayi yang diletakkan dalam kardus, kedua belah pihak keluarga sudah membicarakan agar saat ini jangan terlalu dekat dulu karena dikhawatirkan akan terulang kembali sebelum dilangsungkan pernikahan secara resmi,” jelas Ryan.

Keduanya disebut belum dinikahkan secara resmi dengan alasan belum ada biaya. Menurut Ryan, tanpa sepengetahuan orang tua, SY kembali hamil anak kedua pada Januari 2021.

Keduanya menutupi kehamilan hingga SY melahirkan anaknya pada 18 November 2021. Kedua pelaku disebut memilih merawat buah hatinya di sebuah rumah kos di Syiah Kuala, Banda Aceh, agar tidak diketahui keluarga.

Menurut Ryan, pada 12 Desember 2021, SY mendapat kabar salah satu keluarganya di Pidie Jaya meninggal dunia. Dia lalu menitipkan bayi tersebut ke seorang pengasuh dengan memberikan upah bulanan serta perlengkapan bayi.

“Beberapa hari kemudian, orang tua dari AS mengetahui bahwa SY telah memiliki anak lagi dengan kekecewaan itu, SY sempat dimarahin oleh nenek sang bayi. Namun sang nenek juga memberikan solusi agar anaknya itu dirawat sampai besar,” ujar Ryan.

“Tetapi saran tersebut ditolak oleh SY karena takut diketahui oleh orang tuanya bahwa ia telah memiliki anak lagi, sedangkan sebelumnya SY sudah sering dinasihati untuk tidak dekat dahulu dengan AS yang dikhawatirkan akan hamil lagi,” lanjut Ryan.

Ryan menjelaskan, SY dan AS panik dan bingung sehingga menjemput kembali anaknya. Keduanya lalu sepakat menaruh bayi tersebut di dalam kardus lalu diletakkan di depan rumah seorang warga.