WEF: Bersiaplah untuk Dunia Pascapandemi yang Semakin Timpang

Sekitar 51 juta lebih banyak orang diproyeksikan hidup dalam kemiskinan ekstrem dibandingkan dengan tren pra-pandemi, menurut Forum Ekonomi Dunia [File: Shannon Stapleton/Reuters via Al Jazeera]
Sekitar 51 juta lebih banyak orang diproyeksikan hidup dalam kemiskinan ekstrem dibandingkan dengan tren pra-pandemi, menurut Forum Ekonomi Dunia [File: Shannon Stapleton/Reuters via Al Jazeera]
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Pukulan keras dan bertubi-tubi oleh pandemi Covid-19 dipastikan meninggalkan luka sangat dalam pada dunia. Masyarakat global diyakini tidak siap menghadapi ancaman eksistensial yang semakin meningkat.

Demikian peringatan Forum Ekonomi Dunia (WEF) melalui laporan terbaru mereka.  WEF menyatakan dunia semakin tidak setara dan juarang pemisah kaya-miskin yang sudah lebar akan semakin diperburuk oleh pandemi.

Implikasinya, menurut WEF, pasti akan menyebabkan meningkatnya ketegangan, kebencian, dan semakin memperumit tanggapan negara-negara terhadap perubahan iklim, kesenjangan ekonomi, dan ketidakstabilan sosial.

BACA JUGA:

Laporan Risiko Global 2022 ( PDF ) – edisi ke-17 dari WEF yang dirilis pada Selasa (11/1/2022) memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi dari virus corona, yang sebagian besar mengandalkan peluncuran vaksinasi, telah memperdalam perpecahan antar bangsa dan masyarakat internasional secara umum.

“Dunia telah melalui banyak hal bersama, tetapi kita tidak pulih bersama: 2022 dimulai dengan setengah dari populasi masih belum divaksinasi dan rebound ekonomi yang tidak merata yang dapat memecah ekonomi global,” kata Emilio Franco, kepala risiko global WEF, kepada Al Jazeera.

Menurut laporan WEF, di 52 negara termiskin — rumah bagi 20 persen penduduk dunia — hanya 6 persen populasi yang telah divaksinasi (dibandingkan dengan 69,9 persen di negara-negara berpenghasilan tinggi).

“Inilah sebabnya Laporan Risiko Global kami memperingatkan divergensi global sebagai risiko utama; itu akan menciptakan ketegangan di dalam dan luar negeri pada saat masyarakat dan negara perlu bekerja sama untuk memulihkan kepercayaan dan membangun ketahanan di masa depan,” tambah Franco.

Selain itu, inflasi, gangguan rantai pasokan, melonjaknya utang dan proteksionisme mengarahkan ekonomi dunia ke perairan yang berombak.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.