BMKG: Banyaknya Gempa Susulan Tidak Berarti Mengarah Kepada Gempa Besar

Editor: Redaksi

IlLUSTRASI - Seismograf gempa bumi. Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara diguncang gempa dahsyat. Getaran gempa bahkan terasa sampai ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (14/05/2021).
IlLUSTRASI - Seismograf gempa bumi. Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara diguncang gempa dahsyat. Getaran gempa bahkan terasa sampai ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (14/05/2021).
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan tidak berarti akan mengarah kepada gempa besar.

“Gempa susulan jika banyak terjadi tidak mengarah kepada kepada kejadian gempa besar, tetapi meluruh dan tidak terjadi lagi,” ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono ketika dihubungi dari Jakarta pada Senin (17/1/2022).

Dia menjelaskan bahwa gempa susulan biasanya terjadi memiliki kekuatan atau magnitudo yang lebih kecil dari gempa utama. Gempa susulan juga akan semakin mengecil kekuatannya dan semakin jarang terjadi.

“Jadi makin lama akan main mengecil kekuatannya dan makin jarang terjadi hingga kemudian stabil dan normal kembali,” katanya.

Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami beberapa kali gempa bumi yaitu gempa bumi magnitudo 6,6, pada Jumat lalu (14/1), yang memiliki episenter 53 kilometer barat daya Sumur di Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan kedalaman 40 kilometer. BMKG mencatat sampai dengan esok harinya sampai dengan pukul 12.00 WIB terjadi 33 kali aktivitas gempa susulan usai gempa utama

Sehari setelahnya, pada Sabtu (15/1), juga terjadi gempa bumi magnitudo 4,1 dengan pusat gempa 23 kilometer tenggara Bangkalan di Jawa Timur pada kedalaman 14 kilometer.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.