Sunday, June 16, 2024
HomeLainnyaNasionalPemerintah Arab Saudi Belum Beri Kepastian Soal Pelaksanaan Haji 2022

Pemerintah Arab Saudi Belum Beri Kepastian Soal Pelaksanaan Haji 2022

Editor : Sudianto Pane

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait pelaksanaan haji bagi jemaah haji Indonesia di tahun 2022.

Yaqut mengatakan pihaknya sudah mendapat surat dari Menteri Haji Arab Saudii.

Surat tersebut terkait imbauan untuk tetap mengikuti protokol atau aturan terkait haji yang ditentukan pemerintah Arab saudi.

“Tentu saja mendapat surat dari Menteri Haji Saudi, untuk tetap melakukan protokol dahulu. Dan belum ada jawaban yang pasti terkait dibuka atau tidaknya haji tahun ini,” kata Yaqut dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (18/1/2022).

.Baca : Kemenag Bakal ke Arab Saudi untuk Perjelas Vaksin Booster untuk Jemaah Umroh

.Baca : Pemberangkatan Umrah Diberhentikan Sementara

Meski demikian, Yaqut menegaskan, pihaknya akan terus berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak Arab Saudi terkait pelaksanaan haji tahun ini.

Pasalnya, menurut Yaqut, komunikasi adalah hal yang penting dilakukan untuk menangangi masalah haji.

“Tapi kita terus berusaha, komunikasi ‘kan yang paling penting. Kita jaga komunikasi,” tegasnya.

Yaqut menjelaskan soal kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait kepastian ibadah haji yang sampai saat ini masih belum jelas.

Hal tersebut dikatakannya untuk menjawab pertanyaan Anggota Komisi VIII DPR RI F-PKS, Bukhori, dalam Rapat Kerja, Senin (17/1/2022).

“Jadi kalau Presiden turun tangan belum waktunya. Masih bisa saya kira, belum perlulah presiden (turun tangan),” kata Gus Yaqut, sapaan karibnya.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi dan pihaknya sudah terkomunikasi dengan baik.

“Surat menyurat maupun kita komunikasi dari telepon ke otoritas Arab Saudi kita ikuti prosesnya sampai berdoa begitu kan,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa memang tak ada yang bisa memastikan soal haji lantaran jumlah angka kasus varian Omicron semakin banyak.

“Terkait dengan apa yang dilakukan negara lain, karena sebagaimana kita tahu pembukaan-pembukaan haji itu dilakukan secara menyeluruh bukan seluruh negara.”

“Maksud saya, bukan hanya satu dua negara boleh, yang negara lain enggak. Jadi sangat terkait dengan kebijakan Saudi dengan negara-negara lain juga, ini enggak mudah,” pungkas Gus Yaqut.(*)

 

 

 

 

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER