Investasi Yusuf Mansur Dituding Bodong, Simak Apa Saja?

Editor : Sudianto Pane

Foto: Yusuf Mansur, Instagram @yusufmansurnew
Foto: Yusuf Mansur, Instagram @yusufmansurnew
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Sejumlah investasi yang digalang dai kondang Ustaz Yusuf Mansur sejak lebih dari 10 tahun silam kini menuai masalah.

Sebagian investor menggugat ke pengadilan karena merasa ditipu. Ada tudingan bisnis-bisnis yang digalang dai kondang itu dengan melibatkan umat berstatus bodong. Benarkah investasi Yusuf Mansur bodong?

Sudarso Arief Bakuama, Bendahara Yayasan Pelita Lima Pilar (yayasan yang dibentuk pada tahun 2021 untuk mewadahi orang-orang yang merasa menjadi korban investasi Yusuf Mansur) mengatakan berdasarkan inventarisasi yang dilakukan timnya ada sejumlah perbedaan dalam investasi yang digalang dai kondang itu.

.Baca : Sederet Gugatan ke Yusuf Mansur Terkait Kasus Investasi

.Baca : Yusuf Mansur Digugat Rp 98,7 Triliun

“Ada beberapa investasi yang indikasinya bodong tapi ada juga yang tidak,” ujar Sudarso saat diwawancarai CEO Anak Bangsa TV, Rudi S. Kamri, dan dikutip Solopos.com, Senin (24/1/2022).

Sudarso menyebut, patungan usaha Hotel Siti di Tangerang termasuk dalam investasi yang nyata karena hotelnya ada dan sudah beroperasi. Demikian pula usaha Paytren yang diikuti ribuan orang, termasuk yang wujud investasinya ada meskipun banyak orang yang merasa dirugikan.

“Jadi investasi patungan usaha hotel yang digugat teman-teman di Pengadilan Negeri Tangerang itu bukan bodong, produknya ada dan berjalan sampai saat ini,” lanjut mantan wartawan Majalah Amanah ini.

Selain Hotel Siti dan Paytren, sebut Sudarso, investasi-investasi lainnya yang digalang Yusuf Mansur terindikasi bodong. Apa saja?

Berikut dokumentasi Yayasan Pelita Lima Pilar dari hasil laporan sejumlah investor:

1. Condotel Moya Vidi

Kondominium hotel (kondotel) itu direncanakan berlokasi di Jl. Magelang, Sleman. Belum diketahui secara pasti berapa orang yang berinvestasi untuk kondominium yang tidak pernah terwujud tersebut.

Salah satu yang sudah mentransfer uang puluhan juta di antaranya Darmansyah, warga Surabaya dan Hilma, seorang TKW di Hongkong.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.