Polda Sumut Selidiki Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Pribadi Bupati Langkat

Editor : Sudianto Pane

Petugas dan KPK saat akan memeriksa rumah Bupati Langkat. (Ist)
Petugas dan KPK saat akan memeriksa rumah Bupati Langkat. (Ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Polda Sumatra Utara (Sumut) masih mendalami temuan kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat, Terbit Rencana, di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Penemuan kerangkeng manusia itu ditemukan saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT), dan dilakukan penggeledahan di rumah pribadi Bupati Langkat, pada Rabu (19/1) lalu.

“Emang benar kami temukan berupa kerangkeng yang berisi tiga sampai empat orang. Kami dalami bukan tiga atau empat orang.

Tapi kami dalami kenapa mereka. Setelah kami lakukan penyelidikan itu tempat rehabilitasi secara pribadi. Sudah berlangsung selama 10 tahun,” kata Panca, Senin (24/1).

.Baca : KPK Sita Uang Tunai Rp 1 Miliar dan Sejumlah Barang Bermerek dalam OTT Bupati Penajam Paser Utara

.Baca : Dokter yang Menyuntikkan Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan Meminta Maaf

Menurut Panca, kerangkeng manusia itu digunakan untuk korban-korban narkoba yang akan direhabilitasi secara pribadi oleh Bupati Langkat.

“Untuk melakukan rehabilitasi korban-korban narkoba. Kalau teman-teman melihat itu ada penggunaan narkoba yang masuk dua hari atau malamnya,” ungkapnya.

Namun, kata Panca, rehabilitasi pribadi itu tak memiliki izin operasional resmi dari pemerintah.

“Untuk kesehatan sudah dikoordinasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat.

Ini niatnya baik, tapi harus didorong secara resmi untuk difasilitasi rehabilitasi. Ini terus kami dorong, BNN Provinsi Sumut untuk dapat memfasilitasi itu,” jelas Panca.

Sementara atas temuan Migrant Care terkait dugaan perbudakan modern yang dilakukan Bupati Langkat. Polda Sumut tak mempermasalahkan temuan tersebut.

“Ini saya jelaskan setelah dilakukan penangkapan, dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Luka-luka agak memar, karena melawan.

Kawan-kawan masih mendalami di lapangan. Masih menggunakan, di tes urine masih positif akan di pekerjakan ada di ladang, dan pasar. Mekanisme kami dalami,” pungkas Panca.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.