Kepolisan Berhasil Gagalkan Penyelundupan 106 PMI Ilegal Tujuan Malaysia di Sumut

Editor : Sudianto Pane

Foto: Polisi mengamankan PMI illegal yang menunggu diberangkatkan dari tempat salah satu rumah kontrakan. (Istimewa)
Foto: Polisi mengamankan PMI illegal yang menunggu diberangkatkan dari tempat salah satu rumah kontrakan. (Istimewa)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Sebanyak 106 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) tanpa dokumen keimigrasian, kembali gagal berangkat menuju Malaysia melalui jalur laut di perairan Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Mereka diamankan di rumah yang menjadi tempat penampungan sementara.
“Polres Tanjungbalai bersama Direktorat Satpolair Polda Sumut berhasil mengamankan PMI ilegal ini seluruhnya berjumlah 106 orang yang akan diberangkatkan menuju Malaysia,” kata AKP Ery Prasetyo, Kasat Reskrim Polres Asahan, Kamis (3/2/2022).

Petugas mengamankan calon PMI ilegal itu pada Rabu (2/2) kemarin. Pengamanan dilakukan di dua lokasi terpisah yakni di Desa Bagan Asahan sebanyak 86 orang dan di Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar Tanjungbalai sebanyak 20 orang.

.Baca : Satpolairud Karimun Grebek Tempat Penampungan 7 PMI Ilegal di Pulau Judah Moro

.Baca : Polda Kepri Meringkus 1 Lagi Tersangka Kasus Kapal PMI Ilegal Terbalik di Perairan Malaysia

“Mereka korban penipuan untuk keberangkatan ke Malaysia ini rata-rata sudah memberikan uang antara tiga sampai enam juta rupiah,” kata Kasat.

Selain mengamankan 106 PMI, Polisi juga menangkap enam orang lainnya yang masing-masing berperan sebagai seorang nahkoda kapal, penyedia logistik dan empat orang anak buah kapal (ABK). Mereka, berpotensi dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Sub pasal 10 undang undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Enam orang ini sudah diamankan, untuk pengembangan lebih lanjut kita tengah mencari agen yang mengumpulkan mereka dari daerah,” ujarnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.