Kasus Covid-19 di DIY Terus Bertambah, Sri Sultan HB X: Siap-siap Penyekatan Perbatasan

Editor: Redaksi

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

“Tidak ada pilihan lain. Untuk mengurangi mobilitas, maka harus menyekat perbatasan,” kata Sultan di Yogyakarta pada Jumat, 18 Februari 2022.

Dia berharap warga Yogyakarta dan masyarakat luas memahami dan tidak mengeluh apabila kebijakan penyekatan berlaku. Musababnya, berdasarkan informasi pemerintah pusat, saat ini sejumlah daerah di luar DI Yogyakarta sudah melewati masa puncak penularan Covid-19, khususnya varian Omicron.

“DKI Jakarta sudah melewati masa puncak kasus Covid-19, tetapi DI Yogyakarta masih begini (belum memasuki periode puncak kasus Covid-19),” katanya.

Sultan melaporkan sejumlah perkembangan di rapat koordinasi evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa dan Bali pada Kamis malam, 17 Februari 2022. Dalam rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan itu, Sultan mengatakan, kenaikan kasus Omicron terjadi saat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta menurun, terutama wisatawan dari Jakarta dan Bandung. Sementara jumlah wisatawan dari Jawa Timur bertambah.

Untuk menangani kasus Covid-19 di Yogyakarta, Sultan menjelaskan, pemerintah daerah telah mengaktifkan kembali shelter-shelter untuk pasien Covid-19 di tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai kelurahan. Tercatat sebanyak 529 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di shelter-shelter yang terletak di Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Pada rapat evaluasi PPKM Jawa dan Bali, Luhut Pandjaitan mengingatkan agar para gubernur, wali kota, dan bupati bersama aparat TNI dan Polri menyesuaikan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat. “Penegakan protokol kesehatan lebih utama dibanding membubarkan kegiatan agar rem ekonomi tidak terlalu dalam,” kata dia. (*)

Sumber: msn.com/ tempo.co

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.