Arab Saudi Tegas tak Izinkan Masjid Pakai Pengeras Suara Eksternal saat Shalat Selama Ramadhan

Jemaah mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Saudi, pada hari pertama hari raya Idul Adha yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia, pada 20 Juli 2021.(AFP via VOA INDONESIA)
Jemaah mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Saudi, pada hari pertama hari raya Idul Adha yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia, pada 20 Juli 2021.(AFP via VOA INDONESIA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

RIYADH, SURYAKEPRI.COM – Pemerintah Arab Saudi secara tegas melarang masjid menggunakan pengeras suara eksternal saat melakukan shalat selama Ramadhan 2022.

Menteri Urusan Islam, Panggilan, dan Bimbingan Arab Saudi Sheikh Abdullatif Al-Sheikh telah membantah laporan bahwa pengeras suara eksternal akan diizinkan di masjid-masjid saat melakukan shalat selama bulan suci Ramadhan.

Al Al-Sheikh mengatakan, apa yang beredar mengenai hal ini di platform media sosial tidak benar dan tidak berdasar.

Selama Ramadhan 2022 Dilansir dari Saudi Gazeete, Kamis (31/3/2022), Menteri menegaskan bahwa penggunaan pengeras suara eksternal cukup untuk meningkatkan panggilan doa pertama dan kedua atau azan dan ikamah di masjid-masjid.

Dia juga menekankan penggunaan pengeras suara eksternal di masjid-masjid itu harus menggunakan amplitudo rata-rata.

Kementerian Urusan Islam, Panggilan, dan Bimbingan Arab Saudi telah meminta karyawan masjid untuk terus mematuhi surat edaran yang mengatur pembatasan penggunaan pengeras suara eksternal hanya untuk azan dan ikamah.

Kementerian juga telah memutuskan bahwa tingkat intensitas yang diizinkan dari sistem suara internal di masjid tidak boleh melebihi sepertiga dari level maksimal pengeras suara.

Aturan lainnya Selain mengenai pengeras suara, Kementerian Urusan Islam, Panggilan, dan Bimbingan Arab Saudi juga telah mengeluarkan beberapa arahan lain sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan 2022.

Arahan yang paling menonjol, yakni melarang pengumpulan sumbangan uang oleh karyawan atau pengurus masjid untuk penyelenggaraan agenda buka puasa bagi orang-orang yang berpuasa.

Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan organisasi yang berencana mengadakan acara buka puasa bersama untuk mengajukan permohonan persetujuan dan mendapatkan izin lebih dulu dari Kementerian.

Larangan ini dikeluarkan Arab Saudi karena mereka telah mempersiapkan agenda buka puasa bersama di tempat-tempat tertentu.

Melalui Kementerian Agama Arab Saudi ditegaskan bahwa acara buka puasa bersama hanya terbatas pada tempat yang disiapkan dan halaman masjid. Kegiatan buka puasa bersama juga harus berada di bawah tanggung jawab pengurus masjid.

Sebelumnya, Arab Saudi juga memutuskan untuk tidak lagi menyiarkan pelaksanaan shalat secara langsung di Masjidil Haram di semua media.

Diberitakan dari Saudi Pers Agency, kebijakan ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah. Namun, di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi telah mengambil kebijakan untuk mengakhiri semua pembatasan Covid-19 di negara tersebut, termasuk kebijakan jaga jarak dan menggunakan masker di luar ruangan.

BACA:Tradisi Mandi Balimau Sambut Ramadhan, Ini Kata Ulama

BACA:Tarekat Naqsabandiyah dan Syattariyah Sudah Melakukan Puasa Ramadhan 1443H

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.