Dua Tahun Sedot Pasir Laut Karimun, Perkumpulan RAM Klaim Setor PAD Rp 1 M Lebih

Perkumpulan Rejeki Anak Melayu (RAM) Karimun menggelar konferensi pers terkait legalitas operasional tambang pasir laut yang mereka lakukan di sekitar perairan Pulau Babi, Kecamatan Meral, Jumat (15/4/2022). Foto Suryakepri.com/Yahya
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Dua Tahun Sedot Pasir Laut Karimun, Perkumpulan RAM Klaim Sumbang PAD Rp 1 M Lebih

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Perkumpulan Rejeki Anak Melayu (RAM) menggelar konferensi pers terkait kabar aktivitas tambang pasir laut yang mereka lakukan di sekitar perairan Pulau Babi, Kecamatan Meral, Karimun.

Konferensi pers dilangsungkan dengan menumpang di kantor PT Cipta Hamparan Karimun, jalan Pertambangan atau seberang hotel Aston Karimun, Jumat (15/4/2022) siang.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Ketua Perkumpulan RAM yakni Abdul Razak atau biasa dikenal Topo, Bendahara RAM yakni Kapten Nardi, Hadimi selaku Penasehat dan Ketua Kelompok Nelayan Terpadu Karimun (NTKK) Azizman.

Baca juga: Ada 10 Titik Tambang Pasir Laut di Kepri, Ini Lokasi Penyebarannya

Kapten Nardi dalam keterangannya mengatakan selama dua tahun beroperasi tahun 2020 dan 2021 melakukan pertambangan rakyat pasir laut di sekitar perairan Pulau Babi, Kecamatan Meral, Perkumpulan RAM sumbang pendapatan asli daerah (PAD) berupa pajak sebesar Rp 1.027.552.120.

“Perkumpulan Rejeki Anak Melayu taat dalam membayar pajak ke Bapenda Karimun sesuai dengan jumlah produksi yang dihasilkan dalam kegiatan usaha pertambangan dan disertai bukti surat keterangan Bapenda (clean and clear wajib pajak) Nomor 973 Tahun 2020 dan Tahun 2021, dengan total bayar distribusi bukti pajak daerah Rp 1.027.552.120,” ujar Kapten Nardi, Jumat.

Hal itu sekaligus kata Nardi membantah tudingan yang menyebut pertambangan rakyat pasir laut yang dilakukan Perkumpulan RAM tidak ada kontribusinya ke PAD Kabupaten Karimun.

Baca juga: Pasir Laut Karimun Akan Ditambang, Ini Kata Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Maswedi

“Kalau ada yang bilang tambang pasir laut yang dijalankan Perkumpulan RAM tidak ada kontribusinya berupa pajak daerah, itu keliru dan menyesatkan,” tegasnya.

Kapten Nardi mengaku, pertambangan bukan hal baru bagi dirinya. Makanya ia mengaku sangat mengerti dan paham, pajak merupakan salah satu kewajiban yang mesti ia tunaikan.

Proses tambang pasir laut yang dikerjakan Perkumpulan Rejeki Anak Melayu (RAM) di sekitar perairan Pulau Babi, Kecamatan Meral, Karimun. Foto Suryakepri.com/Tangkap Layar Video Dokumenter Perkumpulan RAM

Selain itu, Nardi juga mengatakan, pihaknya melaporkan kegiatan secara berkala per tiga bulan atau triwulan kepada Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) dan Kementerian ESDM yang disertai bukti tanda terima.

Baca juga: Pasir Timah Senilai Rp 2,2 Miliar Hendak Dibuang ke Laut Kepri, Ternyata Kapal Hendak Menuju ke Singapura

“Kami juga menyetorkan pajak ke negara dalam hal ini ke pemerintah pusat berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP sebesar Rp 37.800 per hektar,” ungkapnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.