Menko Polhukam Mahfud MD Nilai Wahabi dan Salafi Tidak Cocok di Indonesia, Minta Masjid Dijaga

Editor : Sudianto Pane

Menko Polhukam Mahfud Md. (Dok: Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud Md. (Dok: Kemenko Polhukam)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut paham wahabi dan salafi tidak cocok dengan ajaran Islam yang ada di Indonesia.

Menurut Mahfud, dua paham itu lebih cocok jika berkembang di luar Indonesia atau daerah asalnya.

“Dibangun dengan wahabi salafi, enggak cocok di kita [Indonesia],” kata Mahfud dalam acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ‘Menjaga Kedaulatan NKRI’, Kamis (21/4).

“Boleh di sana. Karena hukum itu sesuai kebutuhan waktu, lokal dan tempatnya,” kata dia.

.Baca : Mahfud MD soal Pernikahan Ketua MK dengan Adik Presiden Jokowi: Itu Manusiawi

.Baca : Mahfud Md: Pemerintah Tak Pernah Bahas Wacana Penundaan Pemilu 2024

Wahabi merupakan pemikiran Islam yang ditujukan kepada pengikut Muhammad bin Abdul Wahab yang berpegang teguh pada purifikasi atau pemulihan Islam ke bentuk asli sesuai teks Al-Qur’an dan Hadis.

Sementara salafi di zaman modern kerap dikaitkan dengan paham yang mencoba memurnikan kembali ajaran yang dibawa Rasulullah dan perintah Al-Qur’an secara literal dari berbagai hal yang bid’ah (tidak dilakukan Rasul), khurafat, dan syirik dalam Islam. Kedua paham ini menganut mazhab Ahmad bin Hambal atau Hambali.

Mahfud juga mewanti-wanti ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah jangan sampai kehilangan masjid-masjid yang menjadi basis pergerakan dakwahnya. Terlebih, saat ini tak sedikit yang menganut paham keagamaan yang tak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan di Indonesia.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.