GRANAT KEPRI Desak Kepolisian Tangkap Pemasok Mikol Ilegal

Editor : Redaksi

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kepulauan Riau, Syamsul Paloh. (PenajamNews)
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kepulauan Riau, Syamsul Paloh. (PenajamNews)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kepri mendesak kepolisian dan instansi terkait untuk menangkap pelaku pemasok minuman beralkohol (mikol) ilegal. Pasalnya, pemasukan mikol dan barang-barang ilegal lainnya ke Batam bisa saja disinyalir ‘membonceng’ barang terlarang seperti Tindak Pidana Narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba).

”Pemasok minuman beralkohol dan barang ilegal lainnya khususnya ke Batam, sudah semakin marak. Dikhawatirkan lalu lintas barang tersebut ilegal, dan menyertakan barang-barang terlarang, seperti kejahatan Tindak Pidana narkoba,” kata Ketua GRANAT Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Paloh, Senin, 9/5/2022.

.Baca : Polda Kepri Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, 21 Kg Sabu Diamankan Dalam Boat di Jembatan I Barelang

Syamsul menyayangkan, bila pengusaha importir atau pemasok barang terbatas, seperti minuman beralkohol, ikut terlibat dalam pemasukan barang-barang ilegal. ”Ada modus permainan kuota dari para pengusaha, seperti misalnya, mereka mendapat kuota 1.000 kotak mikol, tetapi dalam pelaksanaannya, mereka memasukkan 3.000 kotak. Artinya, dalam praktik seperti itu, sudah ada 2.000 kotak mikol yang tidak berizin,” hal ini bisa saja terjadi jelas Syamsul, dan bila demikian tidak ada manfaat bagi daerah dan negara yang di rugikan.

”Apakah peminum beralkohol di Batam mencapai 80 persen dari seluruh penduduk Kota Batam? Tidak mungkin! Jika data itu benar, ada masalah pada pengawasan oleh penegak hukum, baik bagi pelaku kejahatan seperti penyelundupan, maupun bagi pemegang kuota mikol resmi. Kondisi ini harus segera direspon penegak hukum, khususnya kepolisian, agar arus mikol dari luar negeri ke Batam segera dievaluasi, dan pelakunya segera ditindak,” tegas Syamsul.

Beberapa waktu lalu, sejumlah media memberitakan maraknya minuman beralkohol yang masuk ke Batam secara illegal. Minuman itu kemudian, bukan saja dikonsumsi di Batam, tetapi bocor ke tempat lain di Kepri, bahkan ke sejumlah provinsi di Indonesia. Sumber PenajamNews.com menyebut, pemberian kuota mikol ke pengusaha pemasok mikol berizin, dapat memenuhi kebutuhan 80 persen penduduk Batam.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.