Tuesday, July 23, 2024
HomeLainnyaNasionalKemenkes: Tidak Ada Tes Acak untuk Cegah Hepatitis Misterius

Kemenkes: Tidak Ada Tes Acak untuk Cegah Hepatitis Misterius

Editor : Sudianto Pane

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Kementerian Kesehatan (kemenkes) membeberkan sejumlah langkah mitigasi penularan kasus infeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Tak ada tes acak untuk mengurangi dampak hepatitis misterius ini.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan dalam melakukan upaya preventif ini harus dibarengi kolaborasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Nadia juga memastikan pemerintah terus melakukan upaya investigasi kasus dan tracing kontak erat. Pemeriksaan terutama dilakukan untuk mengetahui hasil non hepatitis A, B, C, D, maupun E serta adenovirus.

Untuk hepatitis E dan adenovirus biasanya membutuhkan waktu selama 10-14 hari.”Mitigasi tentunya deteksi dini dan kecepatan untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan agar bisa mendapatkan pertolongan segera,” kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/5).

.Baca : Pemerintah Pastikan Biaya Pasien Hepatitis Ditanggung BPJS Kesehatan

.Baca : IDAI: Hepatitis Akut Misterius pada Anak Tidak Terkait dengan Vaksin Covid-19

Ia sekaligus menjelaskan bahwa pola surveilans pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit hepatitis akut misterius tidak dilakukan secara acak, melainkan menelusuri kontak erat dan warga sekitar pasien.

Lebih lanjut, Nadia juga mencatat saat ini terdapat empat kasus kematian anak-anak yang diduga akibat terinfeksi hepatitis misterius. Namun karena pihaknya masih melakukan investigasi, maka keempat kasus kematian itu masih dikategorikan pending klasifikasi.”Jadi ini tidak ada ya tes random, karena untuk pemeriksaan non-hepatitis A-E membutuhkan pemeriksaan genome sequencing. Jadi yang diperiksa kontak erat atau orang di sekitarnya,” jelasnya.

Keempat kasus kematian pada anak-anak itu menunjukkan gejala yang hampir sama. Di antaranya mirip gejala penyakit kuning. Kemudian demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat.

Oleh sebab itu, Nadia mewanti-wanti warga harus mulai sadar mencegah penularan hepatitis misterius.

Salah satunya penularan melalui saluran pernapasan bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

“Dan kewaspadaan terhadap kasus demam kuning dan gejala saluran cerna lainnya, seperti mual, muntah, diare hebat, untuk segera masyarakat melaporkan,” kata Nadia.Sementara mencegah penularan lewat saluran pencernaan dilakukan dengan cara memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ia juga menyarankan, sebaiknya masyarakat menghindari membeli makanan dan minuman dari luar.

.Baca : RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK SELASA 10 MEI 2022: Scorpio Hubungan Romantis, Libra kesempatan kedua, Leo Situasinya Membaik, Taurus Fase Menarik dalam Cinta

.Baca : RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK SENIN 9 MEI 2022: Scorpio Kabar Baik Menghiasi Anda, Libra  Relatif Santai, Taurus Sangat Sibuk, Virgo Sederhana

 

 

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER