Demo Buruh Kirim Petisi ke KSP: Tolak Omnibus Law dan Upah Murah

Editor : Sudianto Pane

Sejumlah buruh terdiri atas 4 konfederasi, 60 federasi, Jala PRT, Urban Poor Consortium beserta berbagai elemen masyarakat lainnya seperti petani, nelayan, mahasiwa, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/1/2022). (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Sejumlah buruh terdiri atas 4 konfederasi, 60 federasi, Jala PRT, Urban Poor Consortium beserta berbagai elemen masyarakat lainnya seperti petani, nelayan, mahasiwa, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/1/2022). (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Serikat Buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengirimkan petisi kepada Kantor Staf Presiden (KSP) saat demonstrasi di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (12/5).

“Kita sampaikan petisi ke KSP, kawan-kawan,” ujar orator tersebut di atas mobil komando.

Orator mengatakan petisi itu dibuat dan disetujui oleh seluruh buruh yang tergabung dalam KSPSI. Petisi itu berisikan empat poin penolakan yang berkaitan dengan isu ketenagakerjaan.

.Baca : Sejumlah Organisasi Mahasiswa Ikut Demo Buruh Hari Ini Peringati Tragedi Trisakti 1998

.Baca : May Day 2022, Serikat Pekerja Tuntut 5 Hal ke Pemerintah

Pertama, buruh menolak Undang-undang Cipta Kerja. Kedua, buruh juga menolak revisi Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (RUU PPP).

“Kenapa kita tolak? Karena revisi UU PPP itu akan diberikan kemudahan pengesahan omnibus law Cipta Kerja,” ujar orator itu.
Sementara itu buruh juga menolak revisi UU 21 tahun 2000 tentang Berserikat Bagi Buruh. Terakhir, serikat buruh juga menolak upah murah bagi pekerja dalam petisi itu.

“Saya minta delapan orang untuk menghadap KSP menyerahkan petisi ini, semoga diterima,” kata orator itu.

Di tempat yang sama, Presiden KSPSI Andi Gani berorasi bahwa pihaknya telah menolak Omnibus Law klaster ketenagakerjaan dan upah murah.

“Kita tolak upah murah. Setuju? Kita akan lawan. Siap lawan?” kata Andi.

“Siap,” timpal ratusan massa buruh.

“Kita akan menolak Omnibus Law klaster ketenagakerjaan. Siap berjuang?” timpal Andi lagi.

“Siap,” serempak massa buruh.

Massa buruh dari KSPSI menggelar demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat. Demo itu dimeriahkan oleh orasi dari para pimpinan serikat buruh.

Mereka membawa atribut demo berupa bendera dan spanduk berisikan pelbagai penolakan terhadap kebijakan perburuhan yang tak menguntungkan pekerja.(*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.