Penyelidikan MT World Progress Berbendera Liberia Dihentikan, Pangkoarmada I RI: Tidak Cukup Bukti

Editor : Sudianto Pane

Panglima Koarmada I RI, Laksamana Muda Arsyad Abdullah memberikan keterangan pers terkait penghentian penyelidikan kapal MT World Progress di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun, Jumat (13/5/2022). Foto Suryakepri.com/Yahya
Panglima Koarmada I RI, Laksamana Muda Arsyad Abdullah memberikan keterangan pers terkait penghentian penyelidikan kapal MT World Progress di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun, Jumat (13/5/2022). Foto Suryakepri.com/Yahya
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Penyelidikan kasus kapal Motor Tanker (MT) World Progress berbendera Liberia akhirnya dihentikan penyidik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Itu setelah penyidik tidak menemukan cukup bukti untuk membawa kapal MT World Progress ke ranah hukum.

Dengan dihentikannya penyelidikan, kapal MT World Progress kemudian diperkenankan untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju India.

.Baca : Dua Balita yang Diterlantarkan Orangtua di Pelabuhan Karimun Masih Dititipkan di Rumah Singgah Yayasan Inpak

Kabar dihentikannya penyelidikan kapal MT World Progress tersebut langsung disampaikan Panglima Koarmada I Republik Indonesia (RI) yakni Laksana Muda (Laksda) Arsyad Abdullah saat konferensi pers di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun, Jumat (13/5/2022).

Arsyad mengakui, penyidik setelah mendengarkan keterangan saksi ahli yang ditunjuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI memutuskan penyelidikan MT World Progress tidak cukup bukti.

“Penyelidikan kapal Motor Tanker World Progress berbendera Liberia dihentikan. Itu setelah penyidik dari Lanal Tanjung Balai Karimun tidak mendapatkan cukup bukti untuk membawa ke ranah hukum. MT World Progress diperbolehkan kembali berlayar,” kata Laksda Arsyad Abdullah di Karimun, Jumat.

Dikatakan Arsyad, kapal MT World Progress sebelumnya ditangkap KRI Beladau-643 di perairan Selat Melaka sebelah timur Pulau Rupat, Indonesia pada 27 April 2022.

Kapal tersebut mengangkut muatan 34.854, 3 Metric Ton (MT) minyak sawit mentah (CPO) ekspor dari Dumai, Riau tujuan India.

KRI Beladau-643 melakukan penangkapan dikarenakan saat itu Pemerintah Indonesia tengah melarang CPO dan turunannya hasil produksi dalam negeri diekspor ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Sesuai Instruksi Presiden dalam pidatonya pada 20 April 2022 yang minta ekspor CPO sementara dihentikan dulu. Keputusan itu juga diperkuat oleh Permendag Nomor 22 Tahun 2022,” kata Arsyad menjelaskan dasar penangkapan kapal MT World Progress berbendera Liberia tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.