Penderita Demam Berdarah di Batam Meningkat, Hingga Mei 2022 Tembus 303 Kasus

Editor: Redaksi

Ilustrasi DBD atau Nyamuk Aedes Aegypti
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Batam meroket, hingga Mei 2022 jumlahnya tembus sebanyak 303 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyebutkan, sepanjang tahun 2022 ini atau periode Januari sampai 11 Mei 2022 terdapat 303 kasus DBD di Kota Batam.

Angka ini melebihi jumlah penderita DBD periode yang sama di tahun sebelumnya yang berjumlah sebanyak 263 kasus.

Pertumbuhan nyamuk akan semakin tinggi dan meningkat di saat musim penghujan tiba.

“Berdasarkan data yang masuk ke Dinkes Batam ada 303 kasus. Tertinggi itu di bulan Januari yakni sebanyak 85 kasus DBD,” ujar Didi, Minggu (15/5/2022).

Ia menjelaskan,dari 303 kasus DBD tahun 2022 ini, ada dua kasus yang dinyatakan meninggal dunia.

Warga yang meninggal akibat DBD ini ialah warga Lubukbaja dan Batuaji masing-masing satu kasus kematian.

Kondisi musim penghujan di tahun ini menjadi salah satu faktor peningkatan DBD di tahun ini.

Didi menyebutkan di saat curah hujan biasanya populasi nyamuk aedes aegypti penyebab DBD meningkat.

Peningkatan ini tentunya juga meningkatkan penularan penyakit DBD khususnya di masyarakat.

“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.

Didi mengimbau bagi masyarakat untuk selalu hidup bersih.

Selain itu diharapkan juga peranaktif masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD ini, semisal menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang jadi sarang nyamuk aedes aegypti.

“Tidak ketinggalan kita juga terus memberikan penyuluhan ke masyarakat dan aktif menggalakan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan program Gerakan 1 rumah 1 jumantik,” katanya.

 

Sumber: batam.tribunnews.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.