Dianggap Sebagai Tindakan Balasan, Rusia Mengusir 85 Diplomat dari Tiga Negara Eropa

Editor: Redaksi

Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (21/2/2022), mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina timur, Donetsk dan Luhansk, sebagai daerah merdeka. [Sputnik/Alexey Nikolsky/Kremlin via Reuters]
Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (21/2/2022), mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina timur, Donetsk dan Luhansk, sebagai daerah merdeka. [Sputnik/Alexey Nikolsky/Kremlin via Reuters]
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Rusia mengusir total 85 diplomat dari tiga negara Eropa yakni, Prancis, Spanyol, dan Italia. Langkah itu sebagai tanggapan kebijakan serupa yang dilakukan negara-negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan telah meminta 34 staf diplomatik dari Prancis, 27 dari Spanyol dan 24 dari Italia meninggalkan kantor kedutaan di Negeri Beruang Merah.

Menanggapi tindakan Rusia, Perdana Menteri Italia Mario Draghi menyebut pengusiran itu sebagai tindakan bermusuhan. Ia juga mengatakan saluran diplomatik tak boleh diganggu.

Mereka mengklaim stafnya di Rusia selalu bertindak sesuai dengan konvensi Wina soal hubungan diplomatik.

Terlepas dari soal pengusiran diplomat, Italia tetap pada pendiriannya agar konflik di Ukraina segera diakhiri.

“Mengulangi kecaman tegas kami atas agresi Rusia terhadap Ukraina, Italia sangat menuntut gencatan senjata segera yang akan mengakhiri penderitaan penduduk sipil dan menjamin dimulainya negosiasi konkret untuk solusi politik berkelanjutan mengenai konflik tersebut,” ujar pejabat Kemlu Italia dikutip Reuters, Rabu (18/5).

Adapun Prancis menyebut langkah Rusia tak bisa dibenarkan. Sementara itu, Spanyol menolak keputusan Rusia karena dianggap tak berdasarkan prinsip resiprokal atau timbal balik.

Pengusiran itu merupakan tindakan balasan Moskow, karena negara tersebut telah memulangkan staf kedutaan Rusia menyusul invasi yang berlangsung di Ukraina. Dalam banyak kasus, mereka menuduh Rusia memata-matai.

Ini bukan kali pertama Rusia mengusir staf kedutaan dari negaranya. Pada Januari lalu, pemerintahan Vladimir Putin juga memulangkan 45 diplomat Polandia, dan 40 warga Jerman. (*)

Sumber: cnnindonesia.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.