Simak, Ini 7 Daftar Makanan Penyebab Sakit Jantung

Editor : Sudianto Pane

Ilustrasi. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah meningkatkan risiko sakit jantung (iStockphoto/mythja)
Ilustrasi. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah meningkatkan risiko sakit jantung (iStockphoto/mythja)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Beberapa makanan bisa menjadi salah satu pemicu penyakit jantung. Jenis makanan penyebab sakit jantung ini mungkin tanpa Anda sadari kerap dikonsumsi sehari-hari.

Selain meningkatkan risiko sakit jantung, makanan berikut juga berdampak pada obesitas dan diabetes apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Menjaga kesehatan jantung ini memang sangat penting karena termasuk organ tubuh manusia paling vital, sama seperti otak, liver, ginjal, dan paru-paru.

.Baca : Cegah Bibir Kering dan Pecah-pecah Saat Puasa dengan Mengkonsumsi Makanan Berikut Ini

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut makanan-makanan yang sebaiknya dihindari supaya tidak meningkatkan risiko terkena sakit jantung.

1. Daging olahan

Daging olahan yang dikemas menjadi sosis, bacon, nugget, kornet, atau daging kalengan lainnya, rentan merusak kesehatan fungsi jantung.

Ketika daging olahan tersebut sudah berbentuk kemasan instan, biasanya terdapat sejumlah bahan tambahan berupa garam serta minyak yang banyak sebagai bahan pengawet.

Terlalu tinggi kandungan garam, lemak jenuh, dan kalori tersebut nantinya meningkatkan peluang serangan jantung dan stroke. Terlebih jika dikonsumsi berlebihan.

2. Daging merah

Berikutnya ada daging merah sejenis daging sapi, domba, kambing, atau babi, rata-rata mempunyai kandungan kolesterol dan lemak jenuh tinggi.

Namun perlu dicatat bahwa daging merah ini tidak selalu menjadi penyebab utama masalah sakit jantung.

Selama Anda mengonsumsi dalam batas wajar, dimasak dengan benar dan matang, serta diimbangi serat, daging merah tetap aman dikonsumsi.

3. Mi instan

Makanan penyebab sakit jantung selanjutnya ada mi instan dalam kemasan yang diawetkan. Sama halnya dengan daging, mi instan juga bukan satu-satunya faktor utama.

Jika terlalu sering dikonsumsi, mi instan dapat meningkatkan perubahan metabolisme karena kandungan natrium tinggi, lemak jenuh, serta beban glikemik.

Apabila Anda mengidap sindrom metabolik, dampaknya berisiko terhadap tekanan darah tinggi sehingga lebih mudah terkena gangguan kesehatan jantung.

4. Kentang goreng

Olahan kentang goreng yang biasa dijual di restoran cepat saji, seringkali menggunakan banyak garam dan dimasak dengan metode deep fry sehingga memakai banyak minyak.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.