Anggota DPR RI Minta Pemerintah Segera Berkoordinasi dengan WHO soal Cacar Monyet

Editor : Sudianto Pane

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Kasus cacar monyet kini ditemukan tersebar di negara-negara Eropa. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo meminta pemerintah segera turun tangan dengan berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kepada pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan WHO sebagai otoritas kesehatan dunia untuk memantau ikut bertukar data,” ujar Rahmad saat dihubungi, Sabtu (21/5/2022).

Rahmad menyebut pemerintah perlu meminta update dari WHO terkait perkembangan penyakit-penyakit menular di Eropa, khususnya cacar monyet.

.Baca : WHO Dalami Kemungkinan Virus COVID-19 dalam Kasus Hepatitis Misterius

.Baca : DPR Desak Kemenkes Komunikasi Intens dengan WHO Terkait Hepatitis Misterius

“Bagaimana antisipasi dan bagaimana pengobatannya, saya kira pemerintah kita dorong untuk terus berkoordinasi dengan WHO,” kata Rahmad.

Rahmad menyebut masyarakat perlu waspada dan hati-hati. Antisipasinya dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Gerakan masyarakat hidup sehat, gerakan pola makan sehat, itu menjadi ciri kita untuk menyikapi dan mempertahankan dari potensi tertularnya penyakit,” jelas Rahmad.

“Kita juga tidak perlu panik dan serahkan semua kepada pemerintah untuk meng-update segala sesuatu penyakit yang menular dan mewabah baik di luar pandemi, termasuk cacar monyet ini,” sambungnya.

Diketahui, WHO melaporkan ada 80 kasus cacar di 11 negara, dari Italia, Portugal, Inggris, hingga Amerika Serikat (AS).

Cacar monyet (monkeypox) biasanya paling sering terjadi di daerah terpencil di Afrika bagian tengah dan barat. Kasus-kasus penyakit ini di negara lain sering dikaitkan dengan perjalanan pasien ke wilayah Afrika.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril menegaskan belum ada laporan kasus cacar monyet. Meski begitu, pihaknya masih bakal terus memantau perkembangan situasi ke depan.

“Semuanya harus waspada tapi jangan panik yang berlebihan. Saat ini kita selalu memantau perkembangan penyebarannya di negara-negara yang sudah ada kasusnya,” beber Syahril saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/5).(*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.