Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Ini Keterangan dari Kemenlu RI

Editor: Redaksi

Wisatawan di Malioboro Yogyakarta diwajibkan membawa surat hasil tes covid. (suryakepri.com/foto Antara via Republika)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah menanggapi larangan berpergian yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi ke sejumlah negara, termasuk Indonesia akibat Covid-19. Menurut informasi awal yang diterima Faizasyah, Indonesia sudah menyampaikan hasil penangananan Covid-19 dalam negeri ke pihak Arab Saudi.

“Indonesia sudah menyampaikan ke pihak Saudi bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia, sudah berhasil menekan angka kasus positif,” kata Faizasyah, Senin, 23 Mei 2022.

Berdasarkan data JHU CSSE Covid-19, per 22 Mei kasus baru positif Covid-19 di Indonesia hanya berjumlah 227 kasus. Sementara kasus mingguan menyentuh angka 259 kasus.

Faizasyah menambahkan, kondisi (wabah Covid-19) di tanah air sudah lebih baik dari banyak negara dunia pada umumnya. Faizasyah belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut bagaimana dampak larangan (Arab Saudi) tersebut. Begitu pun data warga Saudi dan wisatawan yang berkunjung ke RI per tahunnya.

Sebelumnya, Arab Saudi telah melarang warganya bepergian ke-16 negara, Indonesia salah satunya. Langkah itu diambil menyusul merebaknya kembali Covid-19 dan lonjakan cepat dalam jumlah infeksi harian dalam beberapa minggu terakhir.

Seperti dilansir The Hindustan Times Senin 23 Mei 2022, 16 negara di mana warga Arab Saudi dilarang bepergian selain dari Indonesia adalah Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, India, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela. Kendati demikian, dari 16 negara tersebut hanya Republik Demokratik Kongo yang menunjukkan peningkatan kasus Covid-19.

Kementerian Kesehatan di Arab Saudi juga meyakinkan publik bahwa tidak ada kasus cacar monyet yang terdeteksi di negara tersebut. Abdullah Asiri, Wakil Menteri Kesehatan untuk kesehatan preventif mengatakan, bahwa Saudi memiliki kemampuan untuk memantau dan menemukan kasus yang diduga cacar monyet dan juga memerangi infeksi jika ada kasus baru yang muncul.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.