MUI Akan Keluarkan Fatwa Terkait Hewan Terinfeksi Virus PMK Untuk Kurban Idul Adha

Editor: Redaksi

Ilustrasi sapi/ Foto: Klikdokter
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftahul Huda mengatakan pihaknya akan melakukan pendalaman untuk memutuskan fatwa hewan terinfeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk dijadikan kurban di Hari Raya Idul Adha.

Pembahasan yang dilakukan bersama Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan itu akan dilakukan pada Jumat (27/5) mendatang.

“Setelah kita mendengar pendalaman dari ahli terkait virus PMK. Kita baru mengeluarkan statemen fatwa tentang hewan yang terpapar virus PMK sah atau tidak untuk dijadikan (hewan) kurban,” kata Miftahul dalam keterangannya di laman resmi MUI, Selasa (24/5).

Miftahul menjelaskan hewan kurban yang didatangkan dari beberapa daerah di Indonesia memerlukan aturan-aturan yang perlu diterbitkan oleh kementerian terkait. Hal itu guna mencegah penularan wabah PMK terhadap hewan kurban yang lain.

Meski demikian, Miftahul tak menampik ada pernyataan dari dokter yang masih memperbolehkan hewan yang terpapar virus PMK ini dikonsumsi. Tetapi, untuk hewan kurban harus memiliki persyaratan khusus.

“Hewan kurban itu berbeda hukumnya dengan hewan yang disembelih untuk dikonsumsi dagingnya secara biasa,” kata dia.

Lebih lanjut, Miftahul menjelaskan hewan kurban memiliki syarat tersendiri. Di antaranya harus sehat secara fisik, baik anggota tubuhnya tidak ada yang cacat, maupun tidak memiliki gangguan virus.

Miftahul melihat dampak dari virus PMK terhadap hewan juga dapat menyebabkan hewan tersebut tidak bisa jalan karena menyerang tubuh kaki.

“Hewan pincang saja tidak boleh digunakan untuk kurban, apalagi yang tidak bisa jalan,” jelasnya.

Miftahul mengaku membaca literatur yang menunjukkan hewan terpapar wabah PMK ada bagian tubuh yang tidak boleh dikonsumsi. Semisal bagian mulut, kaki, dan jeroan. Menurut literatur tersebut, lanjutnya, jeroan hewan merupakan tempat berkembang biaknya virus PMK di tubuh hewan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.