Pengamat Asing Terkait UAS: Singapura Tolak Semua Radikalisme Agama

Editor : Sudianto Pane

Ustaz Abdul Somad (UAS)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Pengamat asing asal Singapura, Kumar Ramakrishna, mengatakan negaranya menerapkan aturan yang jelas menolak radikalisme di semua agama di Singapura.

Pernyataan Profesor Pusat Riset Kekerasan Politik dan Terorisme di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) itu terkait penolakan Singapura terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS), beberapa waktu lalu.

Ia menilai langkah yang diambil pemerintah Singapura sudah sangat tepat. Pasalnya, UAS merupakan sosok yang bisa memecah belah antara muslim dan non-muslim melalui ceramahnya.

.Baca : Kemendagri Serta Organisasi Islam Singapura Mengkritik UAS

.Baca : Proses Pencarian Putra Ridwan Kamil Masih Terus Berlangsung di Swiss, Ini Kendalanya

Ramakrishna pun menilai bahwa pemerintah Singapura mengambil keputusan itu berdasarkan pemantauan pernyataan dan ceramah setiap penceramah asing sehingga jadi peringatan bagi negaranya.

Bicara kepada Strait Times, Ramakrishna mengatakan tolok ukur yang diambil Singapura sudah jelas dalam menentukan para tokoh agama yang dinilai radikal. Kebijakan itu pun disebutnya bukan hanya terjadi pada penceramah agama Islam, tetapi agama lainnya.

“Otoritas sejujurnya, tampaknya sudah berimbang. Dalam beberapa tahun terakhir kita sudah melihat pengkhotbah muslim dan kristen dilarang masuk negara ini karena retorika yang memecah belah,” ujar Ramakrishna.

Sebelumnya, organisasi tokoh muslim Singapura, Grup Rehabilitasi Religius (RRG), menegaskan mendukung langkah Singapura menolak UAS.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.