Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap Polisi dan Pernah Dibui Terkait Terorisme

Editor : Sudianto Pane

Foto: Abdul Qadir Baraja (baju hijau-serban cokelat)/dok. Istimewa
Foto: Abdul Qadir Baraja (baju hijau-serban cokelat)/dok. Istimewa
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Polisi menangkap pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja. Abdul Qadir Baraja diketahui pernah dipenjara terkait kasus terorisme.

Rekam jejak Abdul Qadir Baraja yang merupakan mantan narapidana terorisme itu diungkap Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). BNPT menyebut Baraja merupakan mantan anggota NII sekaligus salah satu pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki bersama Abu Bakar Baasir (ABB) dan lainnya yang juga ikut ambil bagian dalam Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) tahun 2000.

“Baraja telah mengalami dua kali penahanan, pertama pada Januari 1979 berhubungan dengan Teror Warman, ditahan selama tiga tahun. Kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal tahun 1985.

.Baca : Densus 88 Antiteror Tangkap 16 Orang Tersangka Dugaan Terorisme di Sumbar

.Baca : Tercatat Telah Mencakup 29 Kilometer, Pencarian Eril Terus Dilakukan

Dampak ideologis, gerakan ini memiliki visi dan ideologi perubahan sistem sangat rentan bermetamorfosa dalam gerakan teror. Lihatlah kasus penangkapan NAS tersangka teroris di Bekasi yang ditemukan di kontrakannya kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordir Khilafatul Muslimin,” kata Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen R Ahmad Nurwakhid, kepada wartawan, Selasa (31/5).

Nurwakhid menyatakan Khilafatul Muslimin sangat berbahaya secara ideologi. Menurut BNPT, Khilafatul Muslimin mirip dengan organisasi teroris lainnya.

“Aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI, JI, JAD maupun jaringan terorisme lainnya,” ujarnya.

Dia mengatakan Khilafatul Muslimin mengaku tidak menentang Pancasila. Namun, katanya, Khilafatul Muslimin mengkafirkan sistem yang tak sesuai dengan pandangannya.

“Pengakuan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila, namun ideologi mereka adalah mengkafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya. Dua, secara historis, pendiri gerakan ini sangat dekat dengan kelompok radikal seperti NII, MMI dan memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme,” ucapnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.