Presiden Jokowi Agendakan Akan ke Kyiv Ukraina, Bahas Kerjasama Bilateral

Editor: Redaksi

Presiden Jokowi tiba di Munich, Jerman (dok Instagram Jokowi)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi diagendakan untuk bertemu dengan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba, di tengah lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kyiv akhir bulan ini.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengkonfirmasi, Retno Marsudi dan Kuleba akan membahas kerja sama bilateral dalam pertemuan tersebut. “Tanggalnya tidak bisa disampaikan karena menyangkut aspek keamanan,” katanya kepada Tempo melalui pesan singkat, Senin, 27 Juni 2022.
Dalam kunjungan ke Eropa beberapa hari ke depan, Jokowi dikonfirmasi akan menghadiri KTT G7 terlebih dahulu pada 26 sampai 28 Juni. Seperti diberitakan media TASS, Jokowi akan ke Moskow untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 30 Juni 2022.
Seperti disampaikan Retno Marsudi saat jumpa pers Kementerian Luar Negeri pada Rabu lalu, di Kyiv Jokowi akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Retno mengatakan, kunjungan presiden menunjukan kepedulian terhadap isu kemanusiaan. Presiden Jokowi juga berupaya memberikan kontribusi dalam menyelesaikan masalah pangan.
Ketika ditanya soal topik yang bakal dibicarakan Retno dan Kuleba, Faizasyah belum bisa menyampaikannya secara gamblang. Namun dia mengatakan, salah satu isunya adalah mengenai kebijakan bebas visa.
Indonesia dan Ukraina sudah menjalin kerja sama bilateral selama 30 tahun. Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Kyiv, Erna Herlina, saat diwawancara beberapa waktu lalu mengatakan, kerja sama kedua negara berjalan dengan baik di berbagai bidang.
Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal, investasi Indonesia di Ukraina di antaranya meliputi perusahaan bidang farmasi, teknologi informasi, dan marketing. Sedangkan, investasi langsung Ukraina ke Indonesia pada 2021 ada sekitar 55 proyek dengan nilai USD 1,13 juta atau Rp16,1 miliar.

Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, perdagangan Indonesia-Ukraina pada 2021 menyentuh angka USD 1,46 miliar atau Rp 20,8 triliun. Nilai tersebut naik 22,83 persen, dibandingkan tahun 2020, dengan jumlah sebesar USD 1,19 miliar atau Rp16.9 triliun. Jumlah perdagangan tersebut juga berhasil melampaui nilai transaksi perdagangan sebelum pandemi pada 2019, yaitu USD 1,26 miliar atau Rp17,9 triliun.

Ekspor Indonesia yang paling besar adalah kelapa sawit, yakni 66,58 persen dari total ekspor Indonesia. Sedangkan impor terbesar dari Ukraina adalah gandum sebesar 93 persen. (*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.