Wednesday, June 26, 2024
HomeLainnyaNasionalAnggota DPR Trimedya Terkait Brigadir J: Jangan Orang Meninggal Kita Fitnah Lagi

Anggota DPR Trimedya Terkait Brigadir J: Jangan Orang Meninggal Kita Fitnah Lagi

Editor : Sudianto Pane

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Trimedya Panjaitan Anggota Komisi III DPR RI mengatakan tidak semestinya Brigadir J yang sudah meninggal difitnah dengan kasus dugaan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo.
Karena itu, menurutnya, pengungkapan kasus ini harus dibuka secara jelas dan transparan.

“Janganlah orang yang sudah meninggal kita fitnah lagi. Artinya kan dia dibilang melakukan pelecehan, itu lah proses penyidikan harus terbuka transparan,” kata Trimed saat dihubungi, Kamis (14/7).

Dia pun meminta polisi mengungkap visum dan ponsel Brigadir J. Menurutnya, pengungkapan itu untuk memberikan hak-hak keluarga Brigadir J selaku korban penembakan.

.Baca : Keluarga Minta Polisi Kembalikan HP Brigadir J 

.Baca : Mahfud MD: Kasus Brigadir J Janggal, Kapolri Listyo Tepat Bentuk Tim Khusus

Trimedya menyebut hak keluarga adalah keadilan dan kebenaran di balik kematian Brigadir J.

“Hak keluarga korban itu pertama hak keadilan dan kebenaran, sebab akibat kematian Brigadir J. Kedua, dalam rangka itu hak keluarga korban untuk mengetahui mendapatkan visum dan barang-barang korban terutama yang diminta,” katanya.

“Korban [Brigadir J] HP-nya ada tiga, menurut pihak kepolisian HP-nya enggak ditemukan, apa iya? Kayak begitu tuh yang harus diungkap,” sambungnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menduga pihak kepolisian telah menutupi barang bukti dari kasus penembakan Brigadir J. Sebab hingga saat ini, tidak ada barang bukti yang diungkap ke publik.

“Ya, kalau orang kejadian narkoba aja ada barang bukti ditunjukkan. [Ini] jenis senjatanya enggak ada, apalagi kalau kata ahli senjata, Bharada E kok senjatanya glock? Katanya, itu senjata kapten ke atas?” tanya Trimedya.

Dalam kasus ini, polisi menyebut Brigadir J tewas setelah baku tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (7/7). Brigadir J adalah sopir istri Sambo, sementara Bharada merupakan ajudan Sambo.

Tujuh luka tembak bersarang di tubuhnya setelah lima peluru dilepaskan Bharada E. Sementara tidak ada luka yang mengenai Bharada E dari lima peluru yang dilepaskan Brigadir J.

Menurut polisi, penembakan itu dipicu karena ulah Brigadir J yang diduga melakukan percobaan pelecehan seksual kepada istri Sambo di rumah. Istri Sambo sempat berteriak saat itu.

Bharada E yang coba menanyakan teriakan itu, menurut polisi, langsung direspons dengan tembakan oleh Brigadir J. Akhirnya aksi saling tembak pun terjadi.

Sambo sendiri dikabarkan sedang tidak di lokasi saat insiden penembakan itu.

Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Bharada E juga masih berstatus sebagai saksi usai diperiksa polisi.

Lebih jauh, Trimedya pun mendesak agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan sementara Irjen Ferdy Sambo selama proses penyelidikan.

“Supaya enggak ada ewuh pakewuh dalam proses pemeriksaannya,” tegasnya.(*)

.Baca : RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK JUMAT 15 JULI 2022: Cancer Kehidupan Baru yang Menyenangkan, Gemini Menghindari Argumen, Aquarius Cenderung Sangat Sensitif. Capricorn Berbicara Terus Terang

.Baca : RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK RABU 14 JULI 2022: Pisces Menyenangkan Bersama Pasangan, Scorpio Mengalami Sensasi Cinta, Cancer Pendekatan Lurus ke Depan, Aries Lebih Banyak Kasih Sayang

 

Sumber: Cnnindonesia

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER