Polisi Akan Panggil Pengurus Koperasi Syariah 212

Bareskrim Polri
Bareskrim Polri
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri akan memanggil pengurus koperasi Syariah 212.

Pemanggilan pengurus koperasi syariah 212 ini untuk menindaklanjuti temuan dana Rp10 miliar dari yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga mengalir ke koperasi syariah 212.

Dana sebesar itu sebelumnya diduga Polisi masuk ke kantong koperasi syariah 212 setelah diselewengkan empat petinggi ACT yang kini berstatus tersangka. Empat orang itu adalah mantan presiden ACT Ahyudin, Presiden ACT Ibnu Khadjar dan dua anggota ACT Hariyana Hermain dan Novariadi Imam Akbari.

.Baca : Kasus ACT, Ada Uang Rp10 Miliar untuk Koperasi Syariah 212

.Baca : Giliran Bos Perusahaan Bentukan ACT Diperiksa Terkait Dana Korban Lion Air JT-610

taboola mid article

“Mungkin minggu depan (panggil pengurus koperasi 212), sekarang fokus pada tersangka dulu, kita lagi undang pemanggilan untuk tersangka hari Jumat begitu. Minggu depan kali,” kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dihubungi, Rabu (27/7).

Menurut Whisnu, polisi masih mendalami terkait dengan temuan koperasi syariah 212 yang menerima donasi sebesar Rp10 miliar. Pendalaman itu salah satunya dengan memeriksa pengurus koperasi syariah 212.

“Lagi didalami semua, didalami semua dong, satu-satu didalami. Siapa pengurusnya, nanti ditanya, semua didalami, untuk apa. Kan ada terafiliasi dengan perusahaannya,” ujar dia.

Terpisah, Ketua Umum Persatuan Alumni 212, Slamet Ma’arif mengaku tidak tahu apa soal dana tersebut. “Koperasi Syariah (KS) 212 tidak terkait sama sekali dengan PA 212,” ungkap Slamet saat dihubungi merdeka.com.

Petinggi ACT Tersangka

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan Presiden ACT Ibnu Khajar serta mantan Presiden ACT Ahyudin sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan dana pemberian Boeing untuk korban pesawat Lion Air JT-610. Selain Ahyudin dan Ibnu Khajar, polisi juga menetapkan dua pembina ACT sebagai tersangka yakni Hariyana Hermain dan NIA.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.