Fenomena Baru Terjadi di Korea Utara, Angka Perceraian Dilaporkan Meningkat

Editor: Redaksi

Kota Pyongyang, Korea Utara. / Foto: Kompas
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Fenomena baru terjadi di Korea Utara (Korut). Jumlah warga yang mengajukan cerai dilaporkan meningkat.

Mengutip Radio Free Asia, pemerintah Korutmenganggap perceraian sebagai anti-sosialis yang akhirnya membuat banyak pasangan terpaksa menunggu bertahun-tahun agar perpisahan mereka menjadi resmi. Namun tekanan ekonomi di negara itu yang membuat aktivitas lumpuh dan perceraian menjadi meningkat.

“Baru-baru ini, perselisihan keluarga memburuk karena alasan ekonomi dan jumlah keluarga yang ingin bercerai meningkat, tetapi pihak berwenang memerintahkan pengadilan untuk tidak dengan mudah menyetujui perceraian,” kata seorang penduduk daerah Kyongsong di provinsi timur laut Hamgyong Utara dikutip Selasa (2/8/2022).

“Ketika saya sesekali lewat di depan gedung pengadilan, saya selalu melihat belasan pemuda dan pemudi berkumpul di depan gerbang utama. Ini kebanyakan pasangan yang ingin menemui hakim atau pengacara untuk mengajukan gugatan cerai,” tambahnya.

Menurut sumber itu, sebenarnya pengadilan biasanya tidak mengabulkan perceraian kecuali ada alasan yang tidak dapat dihindari. Ia juga mengatakan banyak warga telah berhenti hidup dengan pasangannya selama bertahun-tahun untuk menunggu status resmi dari negara.

“Perceraian secara tradisional diakui sebagai tindakan anti-sosialis yang menciptakan kerusuhan sosial. Di sini, di Korea Utara, mereka bersikeras untuk menjalani ‘gaya hidup sosialis’ yang mencakup ‘revolusi rumah tangga,'” ujarnya lagi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.