Imbas Perang Rusia – Ukraina, Harga Mie Instan Diperkirakan Akan Naik Tiga Kali Lipat

Editor: Redaksi

Mie rebus. Foto: craftycreativekathy - WordPress.com
Mie rebus. Foto: craftycreativekathy - WordPress.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Perang Rusia dan Ukraina disebut akan memberikan dampak yang signifikan terhadap Indonesia, salah satunya kenaikan harga mi instan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memprediksi bahwa harga mi instan akan naik tiga kali lipat sebagai dampak dari konflik antara kedua negara tersebut.

“Belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan Perang Ukraina-Rusia, di mana ada 180 juta ton gandum nggak bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3x lipat,” kata Syahrul Yasin Limpo dalam webinar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, seperti dikutip CNBC Indonesia pada Senin (8/8).

Kenaikan harga itu terjadi karena bahan baku mi instan bergantung pada impor gandum.

“Saya bicara ekstrem saja, ada gandum, tapi harganya mahal banget. Sementara kita impor terus,” kata Syahrul.

Rusia dan Ukraina diketahui merupakan negara penghasil gandum terbesar di dunia dengan pasokan gandum sekitar 30-40 persen dari kebutuhan gandum dunia.

Akibat perang antara Rusia dan Ukraina, kini gandum menjadi langka karena pasokannya terhambat.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.