Alamak, Harga Tiket Pesawat Terus Naik

Editor : Sudianto Pane

Foto Ilustrasi . (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Foto Ilustrasi . (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno melaporkan adanya kenaikan harga tiket pesawat yang disebabkan oleh kenaikan avtur.

Selain itu, kebijakan baru pengenaan biaya tambahan akibat melambungnya harga bahan bakar pesawat tersebut (fuel surcharge), membuat pihak maskapai punya wewenang lebih untuk mendongkrak tarif naik pesawat.

“Ada kenaikan (harga tiket pesawat) akibat fuel surcharge dan juga tidak adanya promo yang dibuka,” terang Pauline kepada Liputan6.com, Sabtu (20/8/2022).

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja memperbaharui aturan yang memperbolehkan maskapai memasukan biaya tambahan maksimal 15 persen dari tarif batas atas (TBA) untuk pesawat jenis jet, dan maksimal 25 persen dari TBA untuk pesawat jenis baling-baling (propeller).

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, yang berlaku mulai 4 Agustus 2022.

Pengenaan tarif batas atas dalam regulasi baru tersebut lebih tinggi dibanding kebijakan sebelumnya, yang berlaku pada April-Juli 2022. Kala itu, Kemenhub mengizinkan maskapai memasukan fuel surcharge dengan besaran 10 persen dari TBA untuk pesawat jet, dan 20 persen di atas TBA untuk pesawat baling-baling (propeller).

Meski tarif tiket pesawat naik, Pauline melanjutkan, dari sisi permintaan pasar terpantau belum berkurang. Dia menilai, belum adanya penurunan demand tersebut mungkin lantaran masih terbatasnya jumlah armada.

So far belum terlihat penurunan demand. Hampir semua pesawat domestik penuh, walaupun bukan tujuan wisata,” kata Pauline.

“Tapi kembali juga, penuhnya maskapai mungkin karena jadwal penerbangan masih belum pulih, dan masih banyak yang dibatalkan,” pungkasnya.

Harga Tiket Pesawat Singapura – Jakarta PP Tembus Rp 15 Juta

Pengusaha Pariwisata Asnawi Bahar mengeluhkan kenaikan harga avtur internasional yang berdampak terhadap lonjakan harga tiket pesawat, baik untuk penerbangan domestik maupun luar negeri.

Asnawi mengatakan, secara rata-rata tarif tiket pesawat naik sekitar 20 persen. Bahkan, ongkos pulang-pergi (PP) Jakarta-Singapura tembus sampai Rp 15 juta.

“Harga tiket rata-rata di semua kelas naik 20 persen. Kenaikan ini juga disebabkan airlines belum maksimal menjalani route-route yang ada,” kata Asnawi kepada Liputan6.com, Jumat (19/8/2022).

“Itu berlaku dalam dan luar negeri. Malah pernah tidak masuk akal, PP Singapura-Jakarta Rp 15 juta,” ungkap dia.

Namun begitu, Asnawi menolak mengungkapkan pihak maskapai mana yang menerapkan tarif sangat tinggi tersebut, dengan alasan tidak etis.

Lebih lanjut, ia menilai lonjakan harga tiket pesawat tersebut otomatis menguntungkan pelaku industri moda transportasi lain yang secara ongkos lebih murah, semisal bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan kereta api jarak jauh.

Kendati pun Asnawi mengungkapkan, sejauh ini kenaikan tarif naik pesawat belum berpengaruh banyak terhadap sisi permintaan (demand).

“Penurunan demand belum terasa. Secara umum karena seat capacity yang belum sesuai pasar, maka penurunan demand belum terasa, pesawat masih penuh karena penerbangan berkurang banyak,” tuturnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.