Korban Binomo Geruduk Pengadilan Negeri Tangerang Minta Indra Kenz Dihukum dan Balikin Uang

Editor : Sudianto Pane

Korban kasus Binomo sambangi PN Tangerang minta Indra Kenz dihukum seadil-adilnya (Foto: Khairul Ma'arif/detikcom)
Korban kasus Binomo sambangi PN Tangerang minta Indra Kenz dihukum seadil-adilnya (Foto: Khairul Ma'arif/detikcom)

SURYAKEPRI.COM – Puluhan orang yang menjadi korban kasus Binomo Indra Kesuma atau Indra Kenz mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Jl TMP Taruna, Kota Tangerang untuk berdemo. Puluhan orang ini menuntut agar terdakwa Indra Kenz dihukum seadil-adilnya dan dikembalikan uang ganti ruginya.

Diketahui, sidang Indra Kenz kembali digelar di PN Tangerang hari ini dengan agenda pemeriksaan saksi. Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (26/8/2022) pukul 08.48 WIB massa pendemo membawa poster dan banner yang salah satunya tertulis agar uang korban kasus penipuan Binomo dikembalikan. Poster dan banner tersebut dibawa pendemo sambil menyuarakan tuntutannya.

Sebagian dari massa pendemo nantinya ada yang akan menjadi saksi dalam sidang lanjutan Indra Kenz. Poster dan banner ini dipasang di pagar PN Tangerang saat para pendemo selesai menyuarakan aspirasinya.

.Baca : Indra Kenz Sidang Perdana Kasus Binomo, Para Korban Merusak Karangan Bunga yang Berjejer

Para pendemo ini juga sempat membakar beberapa poster yang dibawanya. Namun, poster baru terbakar sedikit api sudah dipadamkan oleh pihak kepolisian.

Ketua Paguyuban Korban Indra Kenz Maru Nazara mengatakan Indra Kenz adalah penipu luar biasa karena udah menipu banyak orang. Menurutnya, dalam pendemo ada yang kalah ratusan juta bahkan sampai Rp 28 miliar.

“Kami protes keras jika ada dukungan dari pelaku kejahatan ini. Kita meminta kepada jaksa memberikan hukuman seadil-adilnya dan juga uang korban harus dikembalikan itu tuntutan kami,” katanya kepada wartawan di PN Tangerang, Jumat (26/8/2022).

Ia menuturkan kasus ini akan dikawal hingga Indra dipenjara dan asetnya disita hingga kembalikan ke korban. Menurutnya, tidak usah menggiring kasus ini menjadi ke ranah perdata.