Jika BBM Harus RON 95 – 98, Apakah Pertalite dan Pertamax Akan Dihapus?

Editor: Redaksi

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

SURYAKEPRI.COM – Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyebut bahwa Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di masyarakat seharusnya memiliki standar emisi Euro 4.

Oleh karena itu, Sugeng mengatakan BBM yang dijual atau beredar di Indonesia harus memiliki spesifikasi bensin dengan nilai oktan tinggi, yaitu RON 95-98 atau setara Pertamax Turbo yang dijual PT Pertamina (Persero).

Hal itu disebut tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

“Jadi, kalau hari ini lambat laun RON 88 sudah dihapus itu dan Pertalite RON 90 dan bahkan di Permen LHK, Pertamax itu bahkan dihapus ditingkatkan lagi Euro 4, yaitu RON 95 atau 98,” ujar Sugeng, dikutip dari CNBC, Rabu (15/9).

Oleh sebab itu, Sugeng menyarankan bahwa BBM yang disubsidi sebaiknya yang mempunyai jenis oktan dengan kualitas tinggi. Bukan seperti yang ada saat ini. Sebab, semakin tinggi kualitas BBM, maka akan semakin bagus untuk lingkungan sekitar.

“Idealnya adalah RON tertinggi itu lah yang disubsidi, sehingga dapat BBM yang ramah lingkungan dan menjaga daya beli masyarakat. BBM kita berpengaruh langsung terhadap berbagai lingkungan kita,” imbuh Sugeng.

Lantas, apa benar BBM yang beredar harus RON 95 hingga RON 98?

Mengacu pada Permen LHK Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, pada pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa pengujian emisi gas buang dilakukan dengan menggunakan BBM dengan spesifikasi: