Curhat Driver Online, Penghasilan Berkurang 40 Persen Imbas Harga BBM Naik

Editor: Redaksi

Foto ilustrasi, ojek online
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Divisi Humas Koalisi Driver Online (Kado)  Ali Pamasyah menceritakan penghasilannya sebagai driver online menurun setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Dia menceritakan itu di sela-sela aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI untuk menemui anggota dewan Komisi I, Komisi V, dan Komisi IX.

“Ya terus terang di sini sangat menurun sekali karena kenaikan harga BBM ini berdampak sekali kepada teman-teman khususnya yang bergiat di driver online,” ujar dia di depan Gedung DPR pada Rabu, 21 September 2022.

Menurut Ali, naiknya harga BBM sekitar 30 persen itu membuat penghasilannya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. “Berkurangnya (pendapatan) bisa 30-40 persen,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan oleh penanggung jawab aksi, Wiwit Sudarsono. Selain kenaikan harga BBM, pendapatan para pengemudi online juga masih dipotong sekitar 35 persen oleh aplikator. “Itu (pendapatan) jauh dari kata cukup untuk biaya operasional kita,” kata dia.

Wiwit mencontohkan jika argo yang tercantum di aplikasi driver nominalnya Rp 20 ribu, maka aplikasi penumpang itu Rp 25 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 26 ribu untuk kendaraan roda empat. Jadi, kata dia, aplikator sudah mengambil potongan kepada penumpang sebagai biaya sewa jasa aplikasi.

“Kemudian dari argo Rp 20 ribu itu kita masih dipotong 20 persen oleh aplikator untuk pendapatan kita. Pastinya kita hanya dapat Rp 12 ribu. Dipotong 20 persen plus Rp 5 ribu yang dari penumpang. Rp 5 ribu itu biaya jasa sewa aplikasi. Jadi kalau ditotal itu per transaksi itu dipotong 35 persen,” ucap dia.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.