Fakta-Fakta Terungkap Dalam Rekonstruksi Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Editor : Sudianto Pane

Rekonstruksi tragedi Kanjuruhan. ©2022 Merdeka.com
Rekonstruksi tragedi Kanjuruhan. ©2022 Merdeka.com

SURYAKEPRI.COM – Rekonstruksi tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang telah digelar Kepolisian, Rabu (18/10), di lapangan bola Mapolda Jawa Timur. Sebanyak 30 reka adegan dilakukan dalam rekonstruksi tersebut oleh sejumlah anggota Brimob yang kala itu tengah bertugas saat proses pengamanan kerusuhan.

Pantauan merdeka.com, rekonstruksi dipimpin Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto. Terdapat juga jajaran penyidik gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jatim serta Tim Inafis.

taboola mid article

Selain itu, rekonstruksi juga dihadiri oleh Kadiv Humas Polri, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Komnas HAM dan Kejaksaan.

.Baca : Penjual Dawet Gadungan Kanjuruhan Minta Maaf

Tampak hadir pula tiga tersangka yang merupakan anggota Polri yakni Kabagops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto (WS), Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan (H) dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi (BS).

Berikut fakta-fakta yang terungkap saat dilaksanakannya proses rekonstruksi:

AKP Hasdarmawan Perintahkan Anggota Tembakkan Gas Air Mata

Dalam proses rekonstruksi, belasan personel Brimob yang merupakan anak buah tersangka Hasdarmawan turut hadir. Mereka diperintah untuk memperagakan adegan penembakan gas air mata.

“Adegan ke 19, sekitar pukul 22.09 WIB atas perintah tersangka Hasdarmawan, saksi menggunakan senjata laras kaliber 38 mm menembakkan satu kali dengan amunisi warna biru ke arah sisi selatan,” kata salah seorang penyidik melalui pengeras suara.

Sebelumnya terdapat juga reka adegan bentrokan antara suporter dan personel Kepolisian.

 

Proses Rekonstruksi Fokus Pada Peran 3 Tersangka, Total 30 Adegan

Terdapat 30 adegan total yang diperagakan dalam proses rekonstruksi tersebut. Sebanyak 54 saksi yang mana tiga di antaranya merupakan tersangka dihadirkan dalam reka adegan tersebut.

“Rekonstruksi juga menghadirkan 54 orang saksi dan pemeran pengganti dan ada 30 adegan yang dilaksanakan di rekonstruksi,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Dedi menyatakan jika tim penyidik memfokuskan rekonstruksi ini pada peran tiga tersangka.

“Penyidik fokus (pada peran) tiga tersangka, yakni WS, BS dan H terkait pasal 359 dan 360 KUHP itu fokusnya,” ungkap Dedi di Mapolda Jatim, Rabu (19/10).

Menurut penjelasan Dedi, proses rekonstruksi itu bertujuan untuk mendalami peran tersangka secara jelas. Dari hasil rekonstruksi ini, nantinya jaksa akan dapat melihat langsung kejadian sebenarnya, sehingga apa yang belum jelas akan dapat terlihat suplai menjadi lebih jelas.

“Tujuannya peran tersangka dari tiga orang itu dilihat jaksa. Apa yang belum jelas jadi lebih jelas. Secara teknis dari rekonstruksi ini ada berita acara lalu masuk berkas,” tandasnya.

Setelah terselesaikannya proses rekonstruksi, nantinya proses pemberkasan akan secepatnya diserahkan ke kejaksaan dan jaksa peneliti. Selanjutnya jaksa akan meneliti berkas perkara yang diajukan penyidik.

“Diserahkan ke jaksa dan peneliti. Jaksa meneliti berkas perkara yang diajukan penyidik dan bila sudah P21 akan segera tahap 2, lalu masuk persidangan,” tuturnya.

Tujuh Adegan Detik-Detik Penembakan Gas Air Mata

Sementara itu detik-detik kerusuhan hingga penembakan gas air mata diperagakan tersangka dan sejumlah saksi aparat keamanan dan tergambar pada adegan 19 hingga 25.