Friday, June 21, 2024
HomeLainnyaNasionalAsa Penyintas Tragedi di Stadion Kanjuruhan Kejar Keadilan hingga ke Ibu Kota

Asa Penyintas Tragedi di Stadion Kanjuruhan Kejar Keadilan hingga ke Ibu Kota

Editor : Sudianto Pane

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Perjuangan para penyintas Tragedi Kanjuruhan terus dilakukan. Puluhan orang telkah berangkat dari Malang menuju Jakarta untuk menuntut keadilan.
Setidaknya ada 50 orang perwakilan penyintas Tragedi Kanjuruhan yang berangkat ke Ibu Kota. Mereka tiba di Jakarta pada Kamis (17/11).

50 orang ini memiliki serangakaian agenda di Jakarta. Para penyintas menjalani pertemuan dengan perwakilan Komnas HAM hingga melakukan pelaporan ke Bareskrim Polri.

Datangi Komnas HAM, Tuntut Tragedi Kanjuruhan Dijadikan Pelanggaran HAM Berat
20 orang perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka datang menumpangi bus.

.Baca : Komnas HAM: 45 Tembakan Gas Air Mata Saat Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Korban Tragedi Kanjuruhan tiba di Komnas HAM pukul 14.37 WIB pada Kamis (17/11). Mereka hendak menyampaikan aspirasi terkait peristiwa yang terjadinya pada Sabtu (1/10) yang menewaskan 135 orang suporter sepakbola.

“Kita berharap komisioner yang baru di Komnas HAM ini bisa segera membentuk tim penyelidikan ad hoc dugaan pelanggaran HAM berat di Kanjuruhan,” ucap Sekjen Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) Andi Irfan yang mendampingi keluarga korban di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Andi kemudian menjelaskan alasan keluarga mendesak Tragedi Kanjuruhan dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat. Dia mengatakan ada dugaan serangan sistematik dan meluas yang dilakukan aparat saat peristiwa terjadi.

“Peristiwa di Kanjuruhan pada 1 Oktober itu ada 6 menit yang mematikan. Jadi selama 6 menit itu personel kepolisian dari Brimob menembakkan 45 tembakan gas air mata,” ujar Andi.

Dia mengatakan gas air mata tidak hanya ditembakkan ke arah penonton yang masuk ke lapangan, tapi juga ke arah tribun penonton. Dia menduga serangan tersebut merupakan serangan tersistematis.

“Ada serangan yang dilakukan secara 6 menit itu. Mulai tribun utara, selatan, dan sebagainya. Kami menemukan bahwa puluhan orang meninggal di tempat di tribun, bukan berdesak-desakan di pintu,” tuturnya.

Sambangi Bareskrim, Tuntut Kasus Diambil Alih Mabes Polri

Korban Tragedi Kanjuruhan menyambangi Bareskrim Polri di Jakarta Selatan. Mereka meminta agar Tragedi Kanjuruhan, yang tengah diusut Polda Jawa Timur, diambil alih sepenuhnya oleh Mabes Polri.

“Kami akan buat permohonan secara resmi bahwa kami ingin semua perkara berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan, baik yang ada di Polda Jawa Timur yang sudah bergulir saat ini ada enam tersangka maupun laporan dari masyarakat yang saat ini ditangani Mapolres Malang, agar diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri,” kata kuasa hukum korban, Anjar Nawan Yusky, di Bareskrim, Jumat (18/11).

Anjar mengatakan hal tersebut dinilai perlu dilakukan agar nantinya perkara menjadi terang dan tidak ada konflik kepentingan di dalamnya. Dia lantas mencontohkan penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang, menurutnya, berjalan semestinya, tidak seperti Tragedi Kanjuruhan.

“Tadi kami beri masukan juga seharusnya perkara Tragedi Kanjuruhan ini bisa ditangani maksimal seperti penanganan perkara kasus Ferdy Sambo. Bagaimana kita lihat di perkara kasus FS hanya ada 1 korban jiwa, tapi penanganannya begitu maksimal,” imbuhnya.

Sekjen Federasi KontraS Andy Irfan, yang juga turut mendampingi para korban, mengatakan selama ini terdapat konflik kepentingan dalam penanganan perkara Kanjuruhan di Polda Jawa Timur. Sebab, lanjut dia, pelaku dalam hal ini anggota kepolisian yang ditindak bertugas di wilayah tersebut.

“Menurut kami, ada konflik kepentingan di sana. Para pelaku kekerasan di Kanjuruhan adalah orang-orang yang berdinas di Polda Jatim. Mereka adalah perwira-perwira di Polda Jatim. Terduga utama terduga paling tinggi adalah Pak Niko Afinta. Dia sebelumnya adalah Kapolda Jatim, dia bintang dua,” jelasnya.

“Kita minta peristiwa ini diperiksa seutuhnya, bukan hanya atensi, tapi diambil oleh Mabes Polri secara keseluruhan,” katanya.

Minta Rekonstruksi Ulang

Korban selamat atau penyintas Tragedi Kanjuruhan mendatangi Bareskrim Polri hari ini. Salah satu tujuannya adalah meminta proses rekonstruksi kembali dilakukan. Apa alasannya?

“Rekonstruksi yang dibuat oleh Polda Jatim, itu harus dilakukan ulang. Rekonstruksi yang dilakukan Polda Jatim dengan skema Pasal 359, 360, itu sama sekali tidak akan mampu menunjukkan konstruksi peristiwa yang seutuhnya dalam Tragedi Kanjuruhan. Karena itu kita mendesak dilakukan ulang,” kata Sekjen Federasi KontraS Andy Irfan, yang ikut mendampingi korban Tragedi Kanjuruhan, di Bareskrim Polri, Jumat (18/11).

Andy mengatakan rekonstruksi ulang dinilai perlu dilakukan agar bisa mengusut tuntas tragedi yang menewaskan 135 orang tersebut. Tanpa dilakukan rekonstruksi ulang, lanjut dia, keadilan terhadap korban tidak akan terpenuhi.

“Sehingga apa saja tindak pidana yang terjadi di malam hari itu, itu bisa kita runut kan lebih lengkap. Pasal-pasal apa saja yang bisa dikenakan dalam konteks peristiwa ini. Kepada pelaku tindak pidananya bisa dirunut kan lebih lengkap. Tanpa itu, maka keadilan untuk korban tidak akan bisa terpenuhi,” ujarnya.

Gelar Demo di Depan Mabes Polri

Korban selamat dari Tragedi Kanjuruhan dan massa suporter Arema FC, Aremania, menggelar demonstrasi di luar gedung Mabes Polri. Mereka menuntut agar laporan mereka soal Tragedi Kanjuruhan diproses.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (19/11/2022), tampak massa menggunakan pakaian serbahitam. Mereka berdemo di depan gedung Bareskrim Polri mulai pukul 13.45 WIB.

Tampak ada seorang pria yang disebut sebagai penyintas Tragedi Kanjuruhan ikut demo menggunakan kursi roda. Mereka juga membawa atribut, seperti nisan bertulisan ‘RIP Malang 01-10-2022’.

Demo para penyintas ini berakhir pada sore hari. Mereka pulang usai menerima janji Bareskrim soal penerbitan laporan polisi kasus Tragedi Kanjuruhan awal pekan depan.

Kuasa hukum keluarga korban meninggal dunia dan penyintas, Anjar Nawan Yusky, mengatakan janji tersebut diucapkan oleh Kepala Biro Pembinaan Operasional (Karobinopsnal) Bareskrim Polri Brigjen Daniel Bolly Tifaona lewat sambungan telepon.

“Beliau tadi janjikan Senin besok jam 9 pagi LP diterbitkan oleh Bareskrim Mabes Polri terhadap perkara Kanjuruhan,” kata Anjar kepada wartawan di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (19/11/2022).

Anjar mengaku nantinya LP yang akan diterbitkan tidak akan mengakomodir dugaan pembunuhan berencana yang dilaporkan. Pasalnya telah ada laporan serupa yang masuk di Polres Malang.

Kendati demikian dirinya mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut lantaran pasal lainnya terkait dugaan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak tetap diterima.

“Ada pasal lain yang kami rasa lebih tepat dikenakan pada aparat keamanan yang kami duga sengaja menembakkan gas air mata ke arah tribun. Sehingga mengakibatkan banyak jatuh korban jiwa maupun luka,” ujarnya.(*)

.Baca : RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK MINGGU 20 NOVEMBER 2022: Pisces Ada Ketenangan di Kehidupan Cinta, Gemini Bersikaplah Sabar dan Murah Hati, Sagitarius Mempunyai Hubungan yang Spesial,  Aries Waktunya untuk Move On

 

Sumber:detiknews.com

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER