Fakta-fakta ‘Berpuasa Sampai Mati’ Dikaitkan Satu Keluarga Meninggal di Kalideres

Editor : Sudianto Pane

Satu keluarga tewas di Kalideres
Satu keluarga tewas di Kalideres
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Satu Keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, diduga melakukan Voluntarily Stopping Eating and Drinking (VSED) atau berpuasa sampai mati sebelum jenazahnya ditemukan ‘mengering’ di kediamannya. Mereka diduga sengaja tidak makan dan minum hingga menyebabkan kematian.

Hingga saat ini kepolisian masih mengusut kasus tersebut. Masih diselidiki terkait motif dan penyebab meninggalnya sekeluarga di Kalideres tersebut.

Berikut fakta-fakta Voluntarily Stopping Eating and Drinking (VSED) yang dikaitkan dengan kematian keluarga di Kalideres.

.Baca : Polisi Akan Mendatangkan Ahli Serangga Untuk Mengusut Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Dilakukan secara sukarela

VSED atau berhenti makan dan minum secara sukarela adalah upaya untuk mempercepat kematian seseorang. Banyak orang yang memilih VSED mengidap penyakit mematikan. Hanya saja mereka hampir tidak mungkin mendapatkan prognosis yang pasti khususnya untuk penyakit saraf seperti ALS dan Parkinson.

Beberapa orang juga melakukannya agar bisa meninggal di rumah dengan tenang dan menganggapnya sebagai ‘kematian alami’. Kematian biasanya terjadi karena tubuh mengalami dehidrasi, bukan kelaparan.

Legal di AS

Praktik ‘berpuasa hingga mati’ sendiri legal di Amerika Serikat. Namun mereka yang memilihnya harus memiliki kapasitas untuk membuat keputusan medisnya sendiri.

Beberapa orang yang memutuskan melakukan hal tersebut harus paham akan risikonya. Pasien harus memiliki kapasitas pengambilan keputusan dan secara fisik mampu melanjutkan makanan melalui mulut jika mereka berubah pikiran.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.