COVID-19 Ngegas Lagi, Berikut 5 Gejala yang Tak Biasa

Editor : Sudianto Pane

Ilustrasi covid19
Ilustrasi covid19
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Gejala COVID-19 umumnya berupa demam, batuk-pilek, maupun nyeri tenggorokan. Akan tetapi di luar gejala tersebut, rupanya ada gejala lain tak umum yang bisa dialami oleh seseorang terinfeksi COVID-19.

Bahkan gejala-gejala tak biasa ini dijuluki sebagai kutukan dari cerita anak-anak, mulai dari muncul bulu di lidah, jari kaki berubah warna, dan lainnya.

“Setiap penyakit menular memiliki manifestasi yang umum dan tidak biasa,” kata Dr Mark Mulligan, spesialis penyakit menular di NYU Langone Health, dikutip dari New York Times.

.Baca : Presiden Jokowi Ajak Masyarakat untuk Vaksinasi Booster Covid-19

Sampai saat ini para dokter masih mempelajari lebih lanjut terkait gejala tak biasa dari virus Corona tersebut. Genetika pun diduga menjadi salah satu penyebab gejala-gejala ini muncul.

Berikut beberapa gejala tak biasa yang bisa dialami seseorang terpapar COVID-19

1. Muncul Bulu di Lidah

Dr Chin-Hong menyebut sel-sel lidah yang sehat umumnya bisa beregenerasi dengan cepat. Namun, jika sel ini ternyata bisa bertahan dan menumpuk satu sama lain, ini akan membentuk pertumbuhan berlebih yang gelap, tebal, dan tidak jelas, mirip seperti bulu lidah.

Meski begitu, gejala bulu lidah ini sebenarnya sudah dikenal sebelum COVID-19 muncul. Dokter menemukan lidah berbulu pada pasien dengan infeksi virus tertentu, perokok, penggunaan antibiotik, hingga orang yang tak menjaga kebersihan.

“Saya tahu ini terlihat sangat menakutkan bagi orang-orang,” katanya, tetapi penderitaan itu umumnya bersifat sementara. Beberapa orang mungkin juga merasakan sensasi terbakar di dalam mulut mereka. Mereka yang memiliki gejala ini tidak boleh takut,” kata Dr Chin-Hong, spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco.

Orang dengan lidah berbulu dapat menggunakan pengikis lidah atau sikat gigi untuk menghilangkan sel-sel lidah tersebut, pastikan juga menjaga kebersihan mulut yang baik untuk mencegah penumpukan tambahan.

2. Saraf Kesemutan

Kesemutan bisa terjadi karena sel kekebalan tubuh sedang berusaha melawan infeksi. Para peneliti di Washington University menemukan bahwa orang yang dinyatakan positif COVID-19 tiga kali lebih mungkin mengalami kesemutan hingga mati rasa atau kebas.

“Yang tidak kami ketahui adalah apa dampak langsung dari virus itu sendiri, atau apa itu peradangan,” tuturnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.