Kabareskrim Polri Balas Tudingan Ferdy Sambo: Kasus Brigadir J Saja Direkayasa

Editor : Sudianto Pane

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. [ANTARA/Laily Rahmawaty]
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. [ANTARA/Laily Rahmawaty]
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto merespons tudingan Eks Karo Paminal Divisi Propam Hendra Kurniawan dan Eks Kadiv Provam Polri Ferdy Sambo soal konfirmasi keterlibatannya dalam bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Menurutnya, laporan hasil penyelidikan (LHP) kasus tambang yang diteken oleh Sambo itu bisa saja direkayasa dan ditutupi. Dia pun menyamakan LHP itu dengan BAP dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang direkayasa oleh Sambo.

“Maklum lah kasus almarhum Brigadir Yoshua aja mereka tutup-tutupi,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11).

.Baca : Kabareskrim Polri Bantah Terima Suap Dari Tambang Ilegal di Kaltim

“Liat saja BAP awal seluruh tersangka pembunuhan alm Brigadir Yoshua, dan teranyar kasus yang menjerat IJP TM yang belakangan mencabut BAP juga,” imbuhnya.

Agus menjelaskan tambang rakyat dengan istilah koridor diberi kesempatan sesuai dengan arahan pimpinan agar masyarakat masih bisa memperoleh pendapatan. Hal itu dilakukan sebagai upaya dari pemulihan ekonomi nasional dan investasi.

“Yang tidak boleh adalah di dalam areal hutan lindung dan di areal IUP orang lain,” ucap dia.

Dalam video yang viral, Ismail mengaku menyerahkan uang Rp6 miliar kepada Agus atas bisnis tambang ilegal di wilayah Desa Santan Hulu, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, Kaltim. Namun, Ismail telah meralat pernyataannya tersebut.

Ismail menyampaikan permintaan maaf kepada Agus. Ia mengaku membuat video sebelumnya karena di bawah tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang kala itu masih menjabat sebagai Karopaminal Polri.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.