Nyaris Rp 100 T di Rekening Brigadir J: Penjelasan PPATK hingga BNI

Editor : Sudianto Pane

Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J

SURYAKEPRI.COM – Heboh di media sosial potongan gambar dokumen Bank Negara Indonesia (BNI) dan tercantum nominal sekitar Rp 99,99 triliun yang diduga sebagai saldo rekening Brigadir N Yosua Hutabarat. Rupanya, hal itu bukan transaksi ataupun saldo rekening Brigadir Yosua. Lantas apa itu?

Dirangkum detikcom, Minggu (27/11/2022), kehebohan itu mulanya terjadi karena unggahan kanal YouTube Irma Hutabarat. Di unggahan itu, Irma mengaku mendapat informasi adanya surat yang diterima keluarga Brigadir Yosua dari BNI Cabang Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Sejurus kemudian, beredar surat berupa berita acara penghentian sementara transaksi tertanggal 18 Agustus.

.Baca : Ferdy Sambo: Uang di Rekening Ricky Rizal dan Brigadir J Punya Saya

Sekadar diketahui, Yosua merupakan ajudan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Yosua tewas dalam penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo dan kini kasus tersebut sudah masuk di meja hijau dengan terdakwa Ferdy Sambo beserta 4 terdakwa lainnya.

Kembali ke rekening Yosua, dalam berita acara yang beredar itu, tercantum tanda tangan Anita Amalia Dwi Agustine selaku Asisten PNC BNI sekaligus saksi dari BNI dalam kasus Brigadir Yosua. Berita acara itulah yang viral di media sosial. Dalam surat itu, tertulis nama Yosua serta tulisan ‘Nominal: Rp 99.999.999.999.999’.

Penjelasan PPATK

Kepala Kepala PPATK Ivan Yustiavandana memastikan angka tersebut bukan saldo rekening Yosua, melainkan nilai plafon tertinggi pembekuan yang lazim dilakukan.

“Itu plafon tertinggi pembekuan. Praktik lazim di perbankan dan selalu menggunakan nilai tertinggi yang hampir mustahil. Itu angka setting di sistem komputer bank, bukan angka saldo,” kata Ivan kepada detikcom, Jumat (25/11).

Ivan mengatakan, jika salah satu bank membekukan salah satu rekening, tentunya diatur dengan nilai tertinggi. Hal ini bertujuan membekukan segala aktivitas transaksi dalam jumlah apa pun.

“Jadi, kalau kami perintahkan pembekuan rekening, bank akan setting di sistemnya jumlah maksimal yang akan dibekukan oleh bank sehingga sistem akan membaca numerik yang diberikan,” ujarnya.

“Jadi, kalau nasabah transaksi masih di bawah numerik tadi, sistem akan mengunci,” tambahnya.

Penjelasan BNI

Rekening yang viral itu adalah atas nama Yosua di Bank BNI. Pihak BNI pun memberi penjelasan yang serupa dengan PPATK.